Program Nabung Tanpa ke Bank Tembus 24 Juta Rekening

Vadhia Lidyana - detikFinance
Sabtu, 27 Jul 2019 08:45 WIB
Agen Laku Pandai di Bogor/Foto: Ardan Adhi Chandra
Banyuwangi - Pertumbuhan peserta Laku Pandai (Layanan keuangan tanpa kantor dalam rangka keuangan inklusif) hingga Juni 2019 sudah mencapai 24.226.083 rekening. Pertumbuhan ini juga diiringi dengan pertumbuhan agen Laku Pandai sebanyak 1.123.098 orang.

"Saat ini per Juni 2019 itu ada 1.123.098 agen. Rekening BSA (basic saving account) juga tumbuh sangat tinggi 24.226.083 rekening," tutur Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mohammad Miftah dalam media gathering perkembangan Laku Pandai, di Dialog Hotel, Banyuwangi, Jumat (26/7/2019).

Laku pandai yang merupakan salah satu program dalam Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI). SNKI merupakan salah satu program kerja pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rangka memperluas pelayanan perbankan di Indonesia terhadap masyarakat yang belum memiliki rekening di bank umum.

Dengan pertumbuhan tersebut, maka ditargetkan tahun ini pertumbuhan inklusi keuangan mencapai 75%. Di tahun 2017 sendiri pertumbuhannya mencapai 49%. Namun, di tahun 2019 dan 2018 belum ditetapkan angkanya karena menunggu hasil penelitian di bulan September.


"Kepemilikan rekening ini sudah mencapai 49% di 2017. Target tahun ini adalah 75%," ungkap Miftah.

Untuk mencapai target 75% tersebut, diperlukan pembukaan rekening Laku Pandai hingga 52,6 juta rekening. Miftah mengungkapkan, jumlah tersebut cukup sulit untuk dicapai.

"Target 75% yang tadi sudah saya kemukakan itu membutuhkan 52,6 juta rekening. Itu kan cukup berat," imbuhnya.

Pasalnya, saat ini masih ada beberapa kendala untuk memperluas layanan Laku Pandai ke daerah-daerah. Di antaranya, masih rendahnya suplai listrik di beberapa wilayah Indonesia Timur, infrastruktur yang belum memadai, dan literasi keuangan penduduk yang masih rendah.

Meski begitu, beberapa produk Laku Pandai kini sudah mulai dilirik masyarakat un-banked. Salah satunya pembukaan rekening BSA, kredit pembiayaan mikro, dan asuransi mikro.


Tabungan BSA sendiri merupakan sasaran utama program ini. Pasalnya, tak ada saldo minimum bagi masyarakat yang membuka rekening BSA. Selain itu, tak ada minimum setoran juga. Sedangkan, saldo maksimalnya sebesar Rp 20 juta setiap saat dengan maksimal transaksi Rp 5 juta/bulan.

"Tabungan BSA merupakan sasaran utama Laku Pandai. Cirinya dia tidak ada administrasi bulanan. Tanpa minimum saldo, kemudian tanpa minimum setoran. Saldo rekening maksimal Rp 20 juta setiap saat. Maksimal transaksi Rp 5 juta/bulan," terang Miftah.

Lalu ada juga kredit pembiayaan mikro. Syaratnya yaitu harus menjadi nasabah BSA minimal enam bulan. Jangka waktu kreditnya pun hanya satu tahun dengan maksimal nominal kreditnya Rp 20 juta.

"Lalu ada kredit pembiayaan mikro. Persyaratannya telah menjadi nasabah BSA minimal 6 bulan. Jangka waktu kredit satu tahun. Nominal kredit maksimal Rp 20 juta," jelas dia.

Kemudian juga ada asuransi mikro dengan premi rendah Rp 50.000. Jenisnya ada asuransi jiwa, asuransi keuangan, dan lain-lain.

Simak Video "Ini Perusahaan Leasing yang Kasih Keringanan Pembayaran"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)