Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 30 Jul 2019 15:23 WIB

Bos OJK ke Mahasiswa: Kalau Semua Jadi PNS, Negara Rugi

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Wimboh Santoso (Foto: Ari Saputra/detikcom) Foto: Wimboh Santoso (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) saat ini gencar mendorong anak muda untuk gemar menabung dan menjadi entrepreneur.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menjelaskan jika anak muda di Indonesia sudah menjadi entrepreneur maka dapat mendorong perekonomian nasional.

Karena itu, diharapkan mahasiswa yang baru lulus harus memiliki visi dan misi yang baik ke depannya.

"Mahasiswa setelah lulus pasti ingin kerja. Ya kalau semuanya ingin jadi pegawai negeri, negara rugi. Mestinya bukan hanya menabung, tapi juga dapat pembinaan untuk jadi entrepreneur," kata Wimboh di Auditorium BPPT, Jakarta, Selasa (30/7/2019).



Wimboh mengajak mahasiswa dan pemuda untuk gemar menabung dan berinvestasi untuk masa depan.

Simpanan Mahasiswa dan Pemuda (SiMUDA) sendiri merupakan program tabungan yang diinisiasi oleh OJK untuk masyarakat kelompok usia 18-30 tahun. OJK mencatat, hingga 30 Juni 2019 telah dibuka 11.052 rekening di SiMUDA dengan jumlah sebanyak Rp

Dia menjelaskan, cara menabung saat ini bukan hanya dengan menyimpan uang saja, tapi bisa dilakukan dengan berbagai instrumen seperti tabungan emas, saham, hingga reksadana. Maka dari itu, dia terus mendesak agar pemuda dan mahasiswa rajin menabung dalam berbagai cara, sehingga bisa turut mendorong kesejahteraan negara.

"Sehingga nanti kalau tabungan banyak, ekonomi kita gampang, rakyat makmur, negara berkembang jadi negara maju, tidak ada yang nganggur, semua masyarakat sejahtera. Itu adalah garis besarnya kenapa kita ada di sini hari ini," kata dia.



Simak Video "1.230 Fintech Ilegal Dibekukan Selama Tahun 2018-2019"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com