Divestasi Bank Mandiri dan BRI Mungkin Ditunda
Kamis, 20 Okt 2005 13:23 WIB
Jakarta -
Pelepasan 5-8 persen saham pemerintah di Bank Mandiri dan BRI kemungkinan akan ditunda. Kondisi saham bank yang masih rendah membuat pemerintah berpikir untuk menunda divestasi yang semula direncanakan pada tahun 2005 ini.Demikian disampaikan Menneg BUMN Sugiharto kepada wartawan di kantornya, Jalan Dr Wahidin, Jakarta, Kamis (20/10/2005).Menurut Sugiharto, pemerintah berpikir untuk menunda penjualan saham dua bank plat merah ini setelah mendapat masukan dari Danareksa terkait harga saham bank yang masih rendah."Disarankan untuk sementara ini, berdasarkan pendapat dari Danareksa, perspektif saham bank sangat tidak kondusif karena harganya sangat rendah," ujar Sugiharto.Dengan harga saham yang masih rendah, maka pemerintah akan berupaya mencari alternatif lain untuk memenuhi setorannya. "Untuk itu, kita akan cari inisiatif lain. Pasar saham sektor perbankan belum juga baik," kata Sugiharto.Berdasarkan data dari Kementerian BUMN, price to book value (PBV) untuk Bank Mandiri saat ini 1,33 kali, BRI 2,91 kali, BNI 1,93 kali. Sedangkan untuk penjualan saham, diharapkan PBV minimal 2 kali.Padahal semula Menko Perekonomian Aburizal Bakrie menginginkan 5-8 persen saham Bank Mandiri dan BRI dilepas untuk memenuhi target setoran APBN sebesar Rp 3,5 triliun. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp 1,1 triliun diharapkan diraup dari penjualan PGN.
(qom/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































