Target Kredit Perbankan Nasional 2005 Bakal Meleset
Kamis, 20 Okt 2005 14:19 WIB
Jakarta - Pertumbuhan kredit perbankan nasional tahun ini diperkirakan meleset di bawah target proyeksi semula sebesar 22 persen. Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan kredit tahun ini hanya mencapai 20 persen."Meski demikian, dari 13 bank besar, ada yang mengalami pertumbuhan kredit lebih dari 22 persen, ada yang 25 persen, 30 persen, 50 persen, tetapi ada juga yang pertumbuhan kreditnya hanya 7 persen," kata Menko Perekonomian Aburizal Bakrie.Hal ini disampaikan pria yang akrab disapa Ical ini usai rakor dengan perbankan nasioanl di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (20/10/2005).Secara keseluruhan, lanjut Ical, pertumbuhan kredit perbankan sampai September masih di bawah 22 persen, yakni antara 18-19 persen. "Tapi BI memperkirakan pertumbuhan kredit sebesar 20 persen akan tercapai," kata Ical.Namun Ical menegaskan, meski pertumbuhan kredit perbankan berkurang, hal ini tidak akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan."Kalau kita lihat pertumbuhan ekonomi akan tetap growth, karena pertumbuhan ekonomi diambil dananya dari luar negeri," ujarnya.Ical menuturkan, yang paling banyak mendapat porsi lucrative (menguntungkan) adalah perbankan asing di luar negeri, bukan bank asing di dalam negeri. Pasalnya, mereka mengambil kredit dari obligasi (bond) di luar negeri selain dari bank asing di luar negeri."Sehingga bank dalam negeri tidak menerima sesuatu yang lucrative. Jadi pertumbuhan ini tidak terpengaruh penurunan kredit, tetapi berpengaruh pada performa bank yang bersangkutan," jelas Ical.Sementara Deputi Gubernur BI Siti Ch Fadjrijah mengatakan, tidak tercapainya pertumbuhan kredit perbankan, karena ada kebijakan dari BI dan pemerintah yang secara langsung menghambat pertumbuhan kredit."Kebijakan yang menghambat itu seperti kenaikan BI rate, harga BBM dan tingkat inflasi yang tinggi pada triwulan ketiga," paparnya.Nantinya rapat koordinasi antara pemerintah, BI dan perbankan akan dilakukan secara berkala tiap tiga bulan sekali.
(ir/)











































