Perbankan Minta Handbook untuk Referensi Penyaluran Kredit

Perbankan Minta Handbook untuk Referensi Penyaluran Kredit

- detikFinance
Kamis, 20 Okt 2005 17:38 WIB
Jakarta - Perbankan minta pemerintah menerbitkan semacam handbook untuk referensi tentang sektor-sektor usaha yang memiliki prospek baik. Referensi itu nantinya akan menjadi pegangan bagi bank dalam penyaluran pinjaman di tahun-tahun mendatang."Hal itu yang tadi kami usulkan agar bisa di-produce secara lebih spesifik oleh pemerintah dan BI," ujar Direktur Permata Bank Elvyn G Masyasya kepada wartawan di Gedung Depkeu, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (20/10/2005).Pemerintah sebenarnya sudah memiliki sektor yang menjadi prioritas untuk penyaluran kredit. Namun menurut Elvyn, perbankan ingin mendapat lebih detail sampai ke sub sektor dan juga insentif yang bisa diberikan terhadap sektor tersebut. Dengan demikian bank-bank juga bisa memberikan tingkat risiko lebih rendah kepada sektor itu."Dengan cara ini diharapkan bunga kredit bisa lebih rendah juga, karena tanpa referensi, bank menilai sendiri, maka risiko bisa beda-beda dengan ekspektasi pemerintah," ujarnya.Secara umum perbankan sudah menyalurkan kredit di atas business plan-nya. Hingga kuartal III-2005, secara rata-rata di 15 bank besar, penyaluran kredit sudah di atas target masing-masing bank.Sementara Deputi Gubernur BI Siti Fadjrijah mengamini usulan Elvyn tersebut. Fadjrijah berharap, pemerintah menerbitkan sektor-sektor apa saja yang diprioritaskan kepada perbankan untuk disalurkan kredit.Menanggapi hal itu, Menko Perekonomian Aburizal Bakrie mengatakan, pemerintah sebenarnya sudah memiliki arahan untuk masalah tersebut. Namun pemerintah rencananya akan memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai arah pembangunan ke depan setelah Lebaran nanti. "Kita akan memaparkan, bukunya sudah ada," ujar Aburizal.Ia juga berharap perbankan lebih berperan aktif dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi, khususnya dengan penyaluran kredit ke sejumlah sektor tertentu, seperti pertanian, energi dan manufaktur."Pertanian kan menyangkut kehutanan, perikanan dan perkebunan. Sektor energi itu memiliki market yang besar," kata Aburizal. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads