Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 22 Agu 2019 17:20 WIB

Supaya Duit Nggak Dimakan Rayap dan Tikus, BI: Simpan di Bank!

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Agung Pambudhy Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Kasus Putri Buddin yang uangnya dimakan rayap membuat masyarkat harus berhati-hati dalam menyimpan uang, khususnya uang kertas. Jangan sampai uang kertas disimpan di tempat yang lembab karena berisiko rusak dan tidak layak edar.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Rosmaya Hadi mengungkapkan memang viral uang dimakan rayap tersebut terjadi karena nenek Putri menyimpan di lemari yang lembab.

"Penting itu menyimpan uang dengan benar, karena rawan. Dan uang lebih baik disimpannya di bank ya," ujar Rosmaya dalam konferensi pers di Gedung BI, Jakarta, Kamis (22/8/2019).


Dia menghimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga dan merawat uang Rupiah dengan baik agar uang Rupiah layak edar di masyarakat. "Uang yang layak edar akan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengenali keaslian uang rupiah," kata dia.

Untuk itu, masyarakat agar senantiasa menjaga dan merawat rupiah dengan baik melalui metode 5 Jangan: Jangan Dilipat, Jangan Dicoret, Jangan Distapler, Jangan Diremas, dan Jangan Dibasahi.

Sesuai amanat Pasal 25 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, setiap orang dilarang untuk merusak, memotong, menghancurkan, atau mengubah Rupiah dengan maksud merendahkan kehormatan Rupiah sebagai simbol negara. Sanksi atas pelanggaran ketentuan tersebut adalah pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan pidana denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar Rupiah).


Sementara untuk memastikan mengenai keaslian uang Rupiah kertas, salah satu cara yang mudah untuk dilakukan adalah dengan metode 3D (dilihat, diraba, diterawang). Baik metode 3D maupun metode lain untuk mengenali keaslian uang, seperti menggunakan alat bantu berupa lampu UV dan kaca pembesar, memerlukan fisik uang kertas secara langsung dan tidak dapat dilakukan hanya melalui foto atau gambar.

Sebagai lembaga yang berwenang mengeluarkan dan mengedarkan uang Rupiah, Bank Indonesia telah menyediakan informasi mengenai ciri-ciri keaslian uang Rupiah yang dapat diakses secara bebas melalui website Bank Indonesia (www.bi.go.id).

"Apabila masyarakat menemukan indikasi adanya pemalsuan terhadap uang Rupiah, masyarakat dapat mendatangi Kantor Bank Indonesia terdekat untuk memastikan keaslian uang Rupiah," imbuh dia.

Simak Video "China Jadi Negara Pertama yang Akan Digitalisasi Mata Uang"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com