Iuran Naik Belum Mampu Selamatkan BPJS Kesehatan dari Defisit

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 29 Agu 2019 13:04 WIB
Foto: Pradita Utama
Jakarta - Keputusan Kementerian Keuangan yang menginginkan kenaikan iuran kepesertaan belum mampu menyelamatkan BPJS Kesehatan dari jurang defisit.

Dewan Jaminan Soisial Nasional (DJSN) menyebut, kenaikan iuran kepesertaan hanya membuat keuangan BPJS Kesehatan aman di tahun 2020, namun pada 2021 masuk kembali ke jurang defisit.

"itu (kenaikan iuran) cuma buat surplus tahun 2020 dan defisit lagi 2021," kata Ketua DJSN Tubagus Achmad Choesni kepada detikFinance, Jakarta, Kamis (29/8/2019).


Defisit BPJS Kesehatan hingga akhir tahun ini berpotensi menggelembung menjadi Rp 32,84 triliun dari yang sebelumnya sebesar Rp 28 triliun.

Kenaikan iuran kepesertaan hanya menjadi obat penenang sementara karena defisit yang ditanggung BPJS Kesehatan sangat besar.

Menurut Choesni, surplus keuangan BPJS Kesehatan pasca kenaikan iuran di tahun 2020 pun dengan catatan tekor alias defisit di tahun sebelumnya harus diselesaikan. Agar pada tahun-tahun selanjutnya tidak terjadi kembali.

"Makanya jadi kita kan pemerintah bilang, pokoknya kita selesaikan dulu," ujarnya.



Simak Video "Iuran BPJS Naik, Pemerintah Masih Subsidi Peserta Kelas III"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/fdl)