Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 29 Agu 2019 18:42 WIB

Beragam Alasan Warga Tak Setuju Iuran BPJS Naik

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: Pradita Utama
Jakarta - Pemerintah segera menaikkan iuran kepesertaan BPJS Kesehatan untuk semua golongan, baik peserta penerima bantuan iuran (PBI) maupun umum.

Salah satu yang paling tinggi kenaikannya adalah iuran kelas 1 peserta umum atau non PBI. Penyesuaian tarif iuran yang diusulkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mencapai Rp 160.000 per bulan per jiwa atau naik dua kali lipat dari sebelumnya yang sebesar Rp 80.000.

Sedangkan kelas 3 baik PBI dan non PBI diusulkan menjadi Rp 42.000 per bulan per jiwa atau naik dua kali lipat untuk peserta PBI yang sebelumnya Rp 23.000 dan non PBI sebesar Rp 25.500.

Sebanyak 63% dari 10.000 lebih voters menyatakan tak setuju rencana kenaikan tersebut. Ketidakadilan mayoritas menjadi alasan pembaca tak setuju rencana kenaikan tersebut.

Seperti akun Twitter @andiferdiansyah yang menyebut kenaikan bisa saja dilakukan asal kepesertaan untuk karyawan swasta tak wajib dilakukan. Hal itu demi beban biaya potongan gaji yang diterima karyawan tak semakin besar.

"Gila, gak kira2 naeknya 100%. Kalo gitu gak usah bikin aturan karyawan swasta harus ikutan bpjs, suruh milih sendiri aja mau ikut gak.. Itu baru fair.. ," katanya.

Termasuk @fatmapuspita yang mengaku sulit saat menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan.

"Bayar tiap bulan kelas 1, tapi sekalinya masuk ugd, ga bisa pakai bpjs..disitu saya merasa sedih," tulisnya.

"Pertimbangkan warga miskin krn kan harus bayar sekaligus 1 kk. Buat yg penghasilan kecil gaji ga naik kan kasian. Harusnya jangan pukul rata seenaknya naikin 2x lipat gitu dong. Uda gitu kl rawat jalan jg kadang obatnya dibatasi, musti beli sendiri," tulis @nitabuna.



Berikut ragam komentar tidak setuju lainnya yang disampaikan pembaca lewat Twitter:

Astaga kog naik lagi pak @jokowi yg ada saja sudah mengap2 bayarnya, ditambah lagi bPJS gak seperti asuransi lainnya yg ada nilai pengembalian duit kalau tidak ada klaim dalm jangka waktu tertentu, berapapun duit yg dibayar ke BPJS akan hangus tiap bulan nya.. - @a_khiang

Saya bayar tiap bulan tapi kmrn seharus nya d rawat d suruh berobat biasa. Terpaksa pakai asuransi sendiri - @iyan27

Iuran yg skrg aja banyak nunggak apalagi mau dinaikin 2x lipat. Bukan solusinya lah - @dianpinang

Kita yang bayar iuran tepat waktu jd kena getahnya....klo tekor terus dan nantinya naik terus malah seperti asuransi swasta - @conredblue



Simak Video "Iuran BPJS Naik, Pemerintah Masih Subsidi Peserta Kelas III"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com