ADVERTISEMENT
Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 30 Agu 2019 18:28 WIB

Dirut BTN Definitif Ditentukan 90 Hari Setelah RUPSLB

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Kursi Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) kini tengah kosong. Sebab Suprajarto yang ditunjuk Menteri BUMN Rini Soemarno menolak untuk menggantikan Maryono sebagai Dirut BTN.

Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo menjelaskan menurut aturan yang berlaku, penunjukan direktur utama harus ditentukan 90 hari setelah RUPSLB kemarin.

"Kalau menurut regulasi harus 90 hari. Karena ini kan dirutnya baru ditetapkan secara verbal, belum secara tertulis. Kalau sudah tertulis baru," terangnya di Menara BNI, Jakarta, Jumat (30/8/2019).


Untuk proses penunjukan dirut BTN yang baru nanti juga akan tetap sama. Perusahaan harus menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) maksimal 90 hari sejak RUPSLB sebelumnya.

Untuk pengunduran diri Suprajarto, kata Gatot, juga harus ditetapkan dalam RUPS. Sehingga hingga saat ini sebenarnya status Suprajarto masih diusulkan sebagai Dirut BTN.

Sementara untuk mengisi kekosongan sementara Dirut BTN akan diisi oleh pelaksana harian (Plh). Untuk Plh akan dipilih dari direksi yang paling lama bekerja di BTN. Dari itu dipilih Direktur Commercial Banking Oni Febriarto Rahardjo yang menjadi Plh.

"Pak Oni pertama (yang paling lama bekerja di BTN) kedua Nixon. Jadi yang paling lama di masa jabatannya walaupun muda tapi lama, bukan paling tua," terang Gatot.



Simak Video "Berapa Harga Baru Rumah Bersubsidi Bebas PPN?"
[Gambas:Video 20detik]
(das/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com