Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 31 Agu 2019 13:38 WIB

Bank Mandiri Beberkan Hoax Transfer Rp 800 Triliun

Danang Sugianto - detikFinance
1 Kronologi Gugatan Rp 800 T
Halaman 2 dari 4
Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas/Foto: Yussa Ariska Viossa/detikcom Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas/Foto: Yussa Ariska Viossa/detikcom

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) memaparkan bukti-bukti keanehan dari informasi terkait adanya transfer dana 50 miliar euro atau setara Rp 800 triliun dari Barclays Bank. Bank Mandiri dituding Michael Olsson telah menghilangkan uangnya.

Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas pun membeberkan bukti-bukti bahwa informasi tersebut sesat. Pertama, WNA asal Swedia itu sudah menanyakan terkait transfer itu pada 1 April 2019 ke Bank Mandiri Cabang Cempaka Mas.

Selain itu Olsson juga berkirim surat ke Bank Mandiri pusat untuk menanyakan hal yang sama. Pada 24 April 2019 Bank Mandiri membalas surat bahwa tidak ada transfer dana yang dimaksud.

Tak percaya atas penjelasan itu, Olsson kemudian melakukan somasi kepada Bank Mandiri dengan mengatasnamakan perusahaannya tempat dia bekerja PT Shields Security Solutions. Pada 28 Agustus 2019 Olsson juga melaporkan Bank Mandiri ke polisi.

"Bahwa kita setelah April, kita tanya ke Barclays Bank ada enggak transfer itu. Kita sampaikan ke debitur, tetap tidak percaya. Dia bahkan menggandeng media online dan lapor ke polisi," kata Rohan di Plaza Mandiri, Jakarta, Jumat (30/8/2019).

Rohan pun memamerkan balasan e-mail dari pihak Barclays Bank. Isinya bank tersebut juga mengaku tidak menemukan adanya transfer dana sebesar itu kepada Bank Mandiri. Tidak pula ditemukan jejak transfer sesuai tanggal yang ditanyakan.

"Itu pun dengan kop surat yang bodong. Saya katakan itu bodong," tambahnya.

Tak hanya itu Rohan juga menunjukkan data pribadi Olsson, yang kebetulan juga merupakan nasabah Bank Mandiri. Ternyata Kartu Ijin Tinggal Tetap Elektronik (e-KITAP) Olsson sudah tidak berlaku sejak 26 Juli 2018.

"Jadi sudah expired. Enggak tahu dia belum update atau tidak. Tapi data di bank seperti ini. Seharusnya kalau sudah tidak berlaku harusnya update," tambahnya.

Pihaknya juga mencium keanehan, bahwa Olsson kembali mempersoalkan transfer hoax tersebut dengan menggandeng media online yang sebelumnya sudah bermasalah dengan Bank Mandiri. Sebelumnya perusahaan sudah melaporkan sebuah media online yang memberitakan bahwa Bank Mandiri bangkrut.

"Itu data-data yang ada di kami seperti itu. Jadi ini bukan sekadar hoax. Ada sistematika atau benang merah yang perlu diteliti lebih lanjut," kata Rohan.

(das/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com