Inflasi Tinggi, Bank Niaga Optimistis Raih 95% Target Laba
Selasa, 25 Okt 2005 18:27 WIB
Jakarta - PT Bank Niaga Tbk hingga 30 September berhasil memperoleh laba setelah pajak Rp 436 miliar, atau meningkat 0,23 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 435 miliar. Untuk tahun 2005, Bank Niaga optimistis bisa meraih 95 persen target laba sebesar Rp 630 miliar, meski ada ancaman inflasi hingga 14 persen. "Itu sudah cukup karena range-nya 10 persen ke atas dan 10 persen ke bawah," ujar Presdir Bank Niaga, Peter B Stok, dalam konferensi pers di Graha Niaga, Jakarta, Selasa (25/10/2005).Kenaikan laba ini karena rasio pajak penghasilan badan atau corporate tax yang lebih tinggi pada tahun 2005 sekitar 29,6 persen dibanding tahun 2004 sebesar 23,2 persen. Laba sebelum pajak naik 9,17 persen menjadi Rp 619 miliar, dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 567 miliar.Pendapatan bunga bersih naik 20,5 persen menjadi Rp 1,315 triliun, berasal dari kontribusi pendapatan bunga kredit sebesar Rp 2,020 triliun. Total kredit meningkat 49,06 persen menjadi Rp 27,87 triliun. Dana pihak ketiga naik 40,88 persen menjadi Rp 30,66 triliun. Dengan demikian target kredit tahun 2005 sebesar Rp 27 triliun sudah tercapai.Komposisi kredit adalah 73 persen dialokasikan untuk bisnis dan konsumsi termasuk UKM, dan 27 persen untuk korporasi. Sektor kredit konsumsi meningkat terutama untuk sektor perumahan sebesar 116,43 persen menjadi Rp 5,76 triliun. Menurut Peter, ancaman tingginya inflasi terhadap kredit baru akan dirasakan akibatnya pada tahun 2006. "Inflasi mempengaruhi demand terhadap KPR yang turun karena suku bunga naik. Hal ini sudah mulai terasa," jelasnya.Kinerja lainnya adalah CAR tercatat 17,69 persen, NPL 4,23 persen dan aset naik 42,57 persen menjadi Rp 39,28 triliun.
(qom/)











































