Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 04 Sep 2019 11:10 WIB

BI Beberkan Penyebab Ekonomi RI Cuma Tumbuh 5%

Trio Hamdani - detikFinance
Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo/Foto: Lamhot Aritonang Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo/Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Bank Indonesia (BI) blak-blakan mengenai penyebab ekonomi Indonesia cuma tumbuh di kisaran 5,1-5,2%, alias stagnan. Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo mengatakan, jika melihat perkembangan selama ini selalu terjadi benturan untuk membuat ekonomi Indonesia bisa tumbuh lebih tinggi dari 5%.

"Kalau bicara pertumbuhan ekonomi selalu terkendala kalau pertumbuhan ekonomi meningkat diikuti tekanan nilai tukar karena impor naik seiring pertumbuhan ekonomi meningkat," katanya dalam Seminar 'Mendorong Keterkaitan Antar Sektor Industri dan Antar Wilayah untuk Mendorong Pengembangan Otomotif, TPT dan Alas Kaki' di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (4/9/2019).


Belum lagi, lanjut dia, adanya tekanan harga yang menyebabkan inflasi. Itu juga menjadi kendala untuk meningkatkan perekonomian nasional tumbuh lebih tinggi lagi di atas 5% tanpa menyebabkan gangguan terhadap stabilitas.

"Ini kenapa pertumbuhan ekonomi hanya bisa tumbuh 5,1-5,2%. Keinginan kita sampai 6% tanpa gangguan stabilitas," sebutnya.

Maka, lanjut dia, menjadi penting bagi BI untuk selalu coba memberi stimulus pertumbuhan ekonomi melalui kebijakannya. Sebagai contoh, di tengah tekanan eksternal global, BI melihat adanya ruang penurunan suku bunga.


Akhirnya BI menurunkan suku bunga dua kali sebesar 50 basis poin menjadi 5,5%.

"Harapannya disambut pelaku ekonomi, oleh kegiatan ekonomi untuk kembali tingkatkan kegiatan usaha," tambahnya.

BI Beberkan Penyebab Ekonomi RI Cuma Tumbuh 5%Foto: Luthfy S


Simak Video "Hati-hati! Uang Mahar Nikah Jangan Dilipat"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com