Laba BRI Triwulan III Turun Rp 222 Miliar
Rabu, 26 Okt 2005 18:45 WIB
Jakarta - Hingga September 2005, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) berhasil mengantongi laba sebesar Rp 2,512 triliun. Namun jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang meraup Rp 2,734 triliun, laba tersebut turun Rp 222 miliar atau 8,11 persen.Menurut Dirut Bank BRI Sofyan Bachir, penurunan laba ini diakibatkan kenaikan suku bunga dan redemption reksadana pada akhir Agustus samapi awal September lalu."Total bond portofolio dari obligasi sebesar Rp 18 triliun ditambah Rp 3 triliun dari SUN. Sebanyak Rp 3 triliun disimpan ditrading portofolio sehingga mempengaruhi rugi laba," kata Sofyan dalam jumpa pers di Gedung BRI, Jalan Sudirman Jakarta, Rabu (26/10/2005).Menurutnya, disimpannya dana ditrading portofolio semula untuk mendukung pertumbuhan kredit. Sampai Maret BRI sudah berhasil menjual bond tersebut sebanyak Rp 1,5 triliun. "Namun menyusul terjadinya redemption kita tahan dulu karena tidak bisa dijual," katanya.Sementara sebesar Rp 11 triliun lagi ditahan sampai maturity (jatuh tempo) sehingga tidak mempengaruhi rugi laba dan ekuitas. Sedangkan sisanya diposisikan sebagai available for sale yang nilainya mengacu marked to market sehingga mempengaruhi rugi laba dan ekuitas.Penerimaan bunga BRI meningkat sebesar 9,2 persen dari Rp 11,561 triliun pada periode yang sama tahun lalu menjadi Rp 12,630 triliun. Sedangkan total aset bank tumbuh 13,3 persen atau sebesar Rp 13,31 triliun.Adapun posisi CAR saat ini 16,11 persen. Angka ini tanpa memperhitungkan risiko pasar. Persentase CAR menurun menjadi 15,13 persen jika memperhitungkan risiko pasar.NPL BRI tercatat 5,13 persen atau Rp 3,7 triliun, lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 5,75 persen. Dengan rincian, kredit macet mencapai Rp 1,23 triliun, yang diragukan Rp 1,49 triliun dan kurang lancar Rp 901 miliar."Walaupun ada NPL tapi custommer/i> masih bayar bunga karena masalahnya bervariasi. Misalnya karena masalah administrasi," katanya.Total kredit yang telah disalurkan mencapai Rp 72,738 triliun. Sektor UKM mendapat porsi terbesar yakni 87,10 persen atau Rp 63,352 triliun.Saat ditanya apakah BRI akan menaikkan suku bunga kredit terkait dengan peningkatan suku bunga, Sofyan mengatakan, untuk UMKM, BRI belum berniat menaikkan suku bunga, jika perbedaan kenaikannya hanya satu persen. Tapi untuk sektor komersil dan korporasi kemungkinan akan dinaikkan. Tingkat bunga kredit BRI saat ini berkisar antara 18-19 persen.
(ir/)











































