Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 10 Sep 2019 22:35 WIB

Mungkinkah RI Diterpa Resesi Ekonomi?

Hendra Kusuma - detikFinance
Ilustrasi/Foto: shutterstock Ilustrasi/Foto: shutterstock
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution meminta pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk angkat bicara mengenai adanya potensi efek resesi ekonomi global yang bakal terasa ke Indonesia, seperti yang diperkirakan Bank Dunia atau World Bank.

Menurut Darmin, dengan ada atau tidaknya resesi ekonomi global, Indonesia harus menyiapkan diri sekaligus membenahi sejumlah data fundamental ekonomi khususnya sektor keuangan.

"Kita ada atau tidak ada resesi kita harus mempersiapkan diri, membenahi. Ibaratnya walau cuaca cerah, cuaca ekonomi global itu mendung, bisa hujan, bisa tidak. Tapi walau tidak jadi hujan, payung harus disiapkan," kata Darmin di Istana Negara, Selasa (10/9/2019).


Seperti diketahui, dalam paparannya bertajuk "Global economic risks and implications for Indonesia" di hadapan Presiden Joko Widodo, pekan lalu, Bank Dunia menyatakan pemerintah bersama regulator dalam hal ini OJK harus segera menangani sejumlah persoalan di sektor keuangan nasional.

Sebab, sektor keuangan tanah air dinilai bisa menjadi pintu masuk dampak resesi ekonomi global. Darmin mengungkapkan, Pemerintah juga sudah pernah menggelar rapat terbatas (ratas) bersama jajaran OJK guna membahas mengenai persoalan di sektor keuangan Indonesia. Namun, dirinya enggan menjabarkan langkah-langkah konkret apa yang akan diambil pemerintah bersama OJK.

"Itu kita sudah pernah ada ratas mengenai hal ini minggu lalu. Jadi semua itu yang dipertanyakan sudah, tapi jangan saya yang jawab. Biar ketua OJK saja," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengaku bahwa tingkat kewaspadaan Pemerintah terhadap resesi sangat tinggi. Meskipun Bank Dunia menilai Indonesia masih memiliki prospek ekonomi yang bagus.

"Resesi dari World Bank dan dari kita sejalan ya. Kita dalam posisi yang baik dan tetap kehati-hatian yang tinggi karena China ekonominya melambat, juga Amerika juga begitu, Hong Kong belum ada kepastian, Brexit belum jelas, Jerman sudah hampir resesi, Uni Eropa juga, Italy misalnya masalah, Singapur juga anu, tapi kita masih cukup baik sampai hari ini," kata Luhut.


Sementara itu, Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengungkapkan ada beberapa hal yang harus dilakukan agar ekonomi Indonesia tidak terdampak besar resesi global.

"Misal mempertahankan daya beli, memastikan inflasi tetap rendah, kedua mendorong investasi terutama investasi dari pemerintah. Mendorong pembangunan proyek infrastruktur dan PSN harus dilaksanakan untuk mendorong adanya pergerakan investasi," kata dia.

Simak Video "Pimpin Tim Ekonomi Jokowi, Ini 4 Prioritas Airlangga Hartarto"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com