Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 27 Sep 2019 14:36 WIB

Bareng Malaysia, RI Berantas Pencucian Uang dan Pendanaan Teroris

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: grandyos zafna Foto: grandyos zafna
Jakarta - Bank Indonesia (BI) menggandeng Bank Negara Malaysia (BNM) untuk inovasi keuangan digital, seperti pengawasan anti pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme (APU/PPT).

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko menjelaskan kerja sama keuangan dan sistem pembayaran ini bertujuan untuk memperkuat hubungan bilateral kedua bank sentral.

Selain keuangan digital, BI juga menggandeng BNM untuk local currency swap agreement (LCBSA). Perjanjian ini merupakan kegiatan pertukaran mata uang lokal antara kedua bank sentral dengan nilai maksimum RM 8 Miliar atau setara dengan Rp 28 triliun.

"Langkah ini sebagai upaya untuk mendukung penggunaan mata uang lokal yang lebih luas untuk memfasilitasi kegiatan ekonomi lintas batas antara Indonesia dan Malaysia," kata Onny dalam siaran pers, Jumat (27/9/2019).


Dia mengatakan, perjanjian tersebut berlaku efektif selama 3 tahun dan dapat diperpanjang.

Menurut Onny, nota kesepahaman ini adalah landasan kerja sama kedua negara yang diimplementasikan melalui beberapa bentuk kegiatan yaitu dialog kebijakan, pertukaran informasi, kolaborasi inovasi dan pengembangan kapasitas.

"Ke depan, BI dan BNM juga berkomitmen untuk terus memperkuat kerjasama dalam rangka mendorong pembangunan sektor keuangan serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," jelas dia.



Simak Video "Hati-hati! Uang Mahar Nikah Jangan Dilipat"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com