ADVERTISEMENT
Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 29 Sep 2019 14:13 WIB

Recehan Nggak Laku di Miangas? BRI: Kami Terima Tabungan Logam

Faidah Umu Sofuroh - detikFinance
Foto: istimewa Foto: istimewa
Kepulauan Talaud - Jika kamu bertandang ke Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, sebaiknya kamu membawa uang jenis kertas. Sebab, mayoritas masyarakat yang ada di Miangas, terutama para pedagang tidak menerima uang logam sebagai alat pembayaran.

"Kalau di Miangas sini memang engga pakai uang logam, harga barang di sini engga ada yang bisa dibayar pakai logam, kalau harus kembali juga biasanya pakai permen saja," ungkap seorang pedagang di Miangas, Femi, saat ditemui detikcom di tengah kesibukannya.


Harga barang di Pulau Miangas memang cukup mahal, bisa dua kali harga barang yang dijual di Kabupaten Talaud dan Manado. Menurut Femi, barang-barang yang ia jual tidak ada yang di bawah Rp 10.000 sehingga ia memang hanya menerima uang kertas sebagai alat pembayaran.

Hal itu diamini oleh Camat Khusus Miangas, Sepno Lantaa. Ia mengatakan meskipun secara geografis Miangas berada di perbatasan dan lebih dekat dengan Filipina, tapi masyarakat Miangas tetap menggunakan rupiah sebagai alat transaksi dagang. Uniknya, di Miangas tidak banyak orang yang punya uang logam.

"Bukan tak laku, hanya memang barang-barang di Miangas ini dijual dengan harga yang lebih tinggi dari tempat yang lain, jadi lebih banyak yang pakai uang kertas," ujarnya.

Namun tak semua pedagang menolak uang receh sebagai alat pembayaran. Consulation Pade, pedagang kue bakpao di Miangas ini mengaku tetap menerima uang receh sebagai alat pembayaran. Wanita yang akrab disapa Mama Sion ini menjual satu kue bakpao seharga Rp 2.500.

"Ini kan satunya Rp 2.500, biasanya orang-orang beli dua jadi Rp 5.000, tapi kalau mau beli satu juga boleh. Uang logam-logam itu nanti kan bisa ditukar ke Melonguane, waktu beli-beli tepung untuk bahan buat kue ini," ceritanya.

Namun, kini warga Miangas tak perlu risau, kerena semenjak ada Bank BRI di Miangas, warga bisa menabungkan uang-uang logam milik mereka di bank. Sebagai satu-satunya bank yang ada di Miangas, BRI memiliki tugas penting untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan transaksi perbankan.

"Kalau untuk penukaran uang logam belum bisa, tapi kita terima kalau ada masyarakat sini yang nabung dengan uang logam, kan nantinya juga bisa ditukar lagi di kabupaten," jelas Nolvi Lenttini Papendang, pegawai Bank BRI Miangas.


BRI yang sudah berdiri di Miangas sejak 2016 ini memberi kemudahan kepada masyarakat untuk melakukan berbagai macam transaksi. Ada yang menabung, transfer uang, mendaftarkan diri di RKB BRI, hingga mengajukan permohonan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang kemudian akan diteruskan ke kantor pusat Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud.

detikcom bersama Bank BRI mengadakan program Tapal Batas yang mengulas perkembangan infrastruktur, ekonomi, hingga wisata di beberapa wilayah terdepan. Untuk mengetahui informasi dari program ini, ikuti terus berita tentang Tapal Batas di tapalbatas.detik.com!

Simak Video "Perjuangan Pedagang di Miangas, Dua Minggu Perjalanan untuk Stok Barang"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com