Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 10 Okt 2019 15:30 WIB

MAN Cendekia Palembang Bangun Ruang Kelas dari Proyek SBSN Rp 8 M

Faidah Umu Sofuroh - detikFinance
Foto: Ditjen PPR Foto: Ditjen PPR
Jakarta - Kementerian Keuangan melalui Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Luky Alfirman menandatangani prasasti penanda aset, proyek Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia (IC) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Palembang.

Proyek MAN Insan Cendekia OKI ini juga dinobatkan sebagai pengelola terbaik proyek yang dibiayai SBSN pada proyek peningkatan akses dan mutu madrasah. Luky menilai hal ini merupakan sebuah pencapaian yang sangat baik dalam pengelolaan dana SBSN yang diberikan untuk pembangunan proyek pendidikan.

"Saya berharap kiranya hasil pembangunan yang sudah berhasil kita lakukan ini dapat dijaga bersama-sama agar dapat memberikan manfaat nyata untuk MAN IC Ogan Komering Ilir. Dan semakin meningkatkan layanan Pemerintah bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, serta mendapat rida Allah Subhanahu wa Ta'ala. Aamiin yaa rabbal 'alamiin," ungkap Luky dalam keterangan tertulis, Kamis (10/10/2019).


Dalam kesempatan itu, juga diadakan dialog antara Dirjen PPR bersama para Guru dan Siswa MAN IC, dengan tema 'Manfaat Pembiayaan Proyek SBSN MAN Insan Cendekia Ogan Komering Ilir'. Luky mengatakan pembiayaan SBSN untuk Proyek Pembangunan Ruang Kelas dan Guru MAN IC Ogan Komering Ilir ini dilakukan untuk yang pertama kalinya bagi MAN IC Ogan Komering Ilir.

Pada 2018 lalu, MAN IC Ogan Komering Ilir menerima dana alokasi sebesar Rp 8 miliar. Hingga 2019, total alokasi untuk pembangunan gedung pendidikan Islam di Sumatera Selatan sampai dengan 2019 sebesar Rp 89,47 miliar.

Adapun pembiayaan SBSN untuk Madrasah di seluruh Indonesia sudah dilakukan sejak 2018 dengan akumulasi nilai pembiayaan sampai dengan 2019 mencapai Rp 951 miliar. Total sebanyak 157 Madarasah telah mendapatkan pembiayaan dari SBSN.

Luky mengatakan SBSN sebagai salah satu instrument yang ada pada APBN, membuktikan bahwa pengelolaannya sudah sesuai dan tepat untuk membiayai proyek-proyek pembangunan infrastruktur dan juga dunia Pendidikan.


Menurut Luky, Program ini penting dalam rangka penguatan daya saing bangsa dan mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia. Maka dari itu, pengetahuan tentang APBN harus dilakukan secara lebih intens lagi, guna menjaring generasi-generasi muda yang paham akan penggunaan dan pengelolaan APBN.

Simak Video "Utang Pemerintah Tembus Rp 4.570 Triliun"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com