BI: Nasabah Reksa Dana Beralih ke Simpanan Dolar
Senin, 07 Nov 2005 16:35 WIB
Jakarta - Nasabah reksa dana kini ramai-ramai mengalihkan investasinya ke simpanan dalam bentuk dolar. Hal itulah yang menyebabkan dana pihak ketiga (DPK) perbankan melonjak drastis hingga Rp 35,8 triliun selama triwulan III-2005.Hal tersebut terungkap dalam laporan kinerja Bank Indonesia Triwulan III-2005 seperti dikutip dari situs BI, Senin (7/11/2005).Dalam laporan itu disebutkan, kondisi likuiditas antar bank relatif stabil meski penjaminan PUAB telah dicabut seiring berdirinya Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) pada 22 September 2005. Bahkan DPK terus meningkat, dengan peningkatan jumlah simpanan valas lebih besar dibandingkan simpanan dalam rupiah.Untuk DPK valas selama triwulan III-2005 meningkat hingga 18,7 persen, sementara DPK rupiah hanya meningkat 0,7 persen. Ekspektasi depresiasi rupiah terhadap dolar AS membuat simpanan dalam valas lebih dilirik oleh masyarakat. Menurut BI, meningkatnya jumlah simpanan dalam valas itu merupakan salah satu penyesuaian portofolio nasabah melalui redemption reksa dana ke dalam simpanan valas. Namun BI menilai fungsi intermediasi perbankan terus membaik. Hal itu terlihat dari angka kenaikan kredit perbankan yang jumlahnya lebih besar Rp 37,9 triliun dibandingkan kenaikan DPK. Dengan demikian loan to deposit ratio (LDR) naik dari 65,7 persen menjadi 67,1 persen.
(qom/)











































