Akibat Kerusuhan di Perancis, Euro Anjlok ke Posisi Terendah

Akibat Kerusuhan di Perancis, Euro Anjlok ke Posisi Terendah

- detikFinance
Selasa, 08 Nov 2005 11:06 WIB
Jakarta - Kerusuhan di Perancis yang sudah berlangsung hampir selama 11 hari membuat mata uang euro anjlok hingga posisi terendahnya dalam dua setengah tahun terakhir. Anjloknya euro juga dipicu oleh kenaikan suku bunga Fed yang diputuskan pada 1 November lalu. Pada perdagangan Senin (7/11/2005), euro berakhir di posisi 1,1802 dolar, atau melemah dibandingkam saat penutupan Jumat (4/11/2005) lalu di posisi 1,1811 dolar di New York. Bahkan saat awal perdagangan, euro sempat jatuh ke posisi 1,1776 dolar, atau menembus batas teknikal 1,1860-1,1870 dolar. Level tersebut merupakan yang terendah sejak Mei 2003, namun masih lebih tinggi dibandingkan level terendah yang pernah dicapai pada tahun 2004 pada 1,1759 dolar.Sementara dolar turun ke posisi 117,66 yen, dibandingkan sebelumnya di 118,29 yen. Dolar akhirnya bergerak stabil setelah sempat menembus 118,39, yang merupakan level tertinggi sejak Agustus 2003. Analis valas Martorell dari BNP Paribas seperti dilansir AFP, Selasa (8/11/2005) mengatakan, kerusuhan di Perancis turut memperberat posisi euro. Kerusuhan itu menambah keprihatinan soal kondisi di Eropa, termasuk ketidakpastian politik di Jerman dan juga masa depan Uni Eropa setelah adanya penolakan konstitusi awal tahun ini. Sementara analis valas, Kathy Lien menambahkan, turunnya harga minyak secara signifikan turut mensupport dolar. Sementara Jon Gencher dari BMO Nesbitt Burns memrediksi, dolar AS akan diperdagangkan pada level terbaiknya dalam delapan bulan terakhir dan sedikit di atas rata-rata pergerakan jangka menengah dan panjangSementara analis dan Bank of New York, Neil Mellor menambahkan, pasar bersiap-siap menghadapi pernyataan terakhir dari Bank Sentral AS, Federal Reserve. Dalam pertemuan 1 November lalu, Fed memutuskan untuk menaikkan kembali patokan suku bunga menjadi 4 persen. Kenaikan ini merupakan rangkaian kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin untuk ke-12 kalinya. Fed juga memberikan sinyal akan menaikkan kembali suku bunga AS di masa-masa mendatang.Para ekonom memrediksi, suku bunga AS akan mencapai level 4,75 persen pada tahun 2006. "Tren positif dolar disebabkan oleh perhitungan diferensial suku bunga yang tidak berubah," kata Mitsuru Sahara, vice president of the foreign exchange division dari UFJ Bank. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads