Aburizal Akui BI Rate 12,25% Beratkan Dunia Usaha
Rabu, 09 Nov 2005 17:46 WIB
Jakarta - Kenaikan BI rate hingga 12,25 persen bakal menyebabkan suku bunga kredit mencapai 16-17 persen. Hal itu dinilai cukup memberatkan bagi dunia usaha. Meski mengakui memberatkan, namun Aburizal menilai dunia usaha masih mampu menanggungnya."Kalau lending rate kita masih berkisar 16-17 persen, itu berat. Tapi memang masih bisa ditahan," ujar Aburizal di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (9/11/2005).Menurut pria yang biasa disapa Ical ini, kenaikan suku bunga tidak hanya terjadi di Indonesia, namun juga di beberapa negara lain.Mengenai penguatan nilai tukar rupiah hingga 150 poin, Ical menyebutnya sebagai suatu hal yang luar biasa. Dengan penguatan yang tajam itu, Ical menilai tidak perlu lagi upaya untuk memperkuat rupiah."Kita tidak lagi melihat adanya expected inflation, dan kita tidak lagi mengharapkan expected depression, sehingga tekanan rupiah yang diakibatkan ekspektasi itu tidak ada lagi dan menyebabkan rupiah menguat," ujar Ical.Dengan kondisi ekonomi yang telah bengkit, Ical memrediksi dalam waktu enam bulan rupiah akan terus menguat pada level Rp 9.000-9.300 per dolar AS. Ical mengaku optimistis angka itu dapat dicapai karena program-program pemerintah berjalan sesuai rencananya.
(qom/)











































