Efektivitas Kenaikan BI Rate Dipertanyakan

Efektivitas Kenaikan BI Rate Dipertanyakan

- detikFinance
Selasa, 15 Nov 2005 12:08 WIB
Jakarta - Keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan BI rate hingga 12,25 persen dalam rangka menekan inflasi dipertanyakan efektivitasnya.Anggota Komisi XI DPR RI Rama Pratama mengatakan, BI sebenarnya memiliki 'amunisi' untuk menekan inflasi, yakni dengan kenaikan BI rate, menaikkan Giro Wajib Minimum (GWM), dan pembelian SBI."Problemnya kendaraan favorit yang paling senang dipakai BI adalah menaikkan BI rate. Apakah itu akan efektif?" tanya Rama saat ditemui di sela-sela acara seminar tentang RUU Perpajakan di Hotel Grand Kemang, Jalan Kemang Raya, Jakarta, Selasa (15/11/2005).Politisi dari PKS ini menjelaskan, inflasi ada dua jenis, yakni inflasi yang terjadi karena tingginya permintaan dan cost plus inflation lantaran ada kenaikan harga BBM.Menurut Rama, untuk inflasi yang tinggi saat ini terjadi lebih kuat indikasinya karena kenaikan harga BBM."Kenaikan BI rate jadi nggak efektif. BI rate akan efektif kalau inflasinya disebabkan oleh demand pull. Maka ada wacana stagflasi, harga naik, tapi pertumbuhan stagnan," paparnya.Kenaikan BI rate akan memberikan efek negatif, yakni NPL perbankan meningkat, IHSG tertekan karena banyak yang melakukan profit taking, dan sektor riil tidak bergerak.Rama menilai, pemerintah seharusnya memikirkan bagaimana melakukan deregulasi sektor riil, misalnya dengan memberikan insentif agar sektor ini bisa berjalan.Keputusan BI menaikkan suku bunga yang terlalu tajam, menurut Rama, mengindikasikan kegagalan BI dalam mengantisipasi situasi makro ekonomi."Itu memberi sinyal yang buruk pada pasar. Artinya ada kegagalan me-manage situasi makro. Harusnya kurva itu (BI rate) bisa lebih landai," ujarnya.Mengenai rencana BI untuk kembali menaikkan BI rate pada awal Desember mendatang, Rama meminta BI untuk mengkaji keputusan."Silakan saja, tapi tolong dikaji benar. Tetapi cost plus inflasinya lebih besar dari demand pull kenaikan BI rate tidak akan efektif. Justru efek negatifnya yang akan muncul," tandas Rama.Selanjutnya, Rama meminta BI dan pemerintah menjalin kerja sama untuk meningkatkan kinerja yang dinilainya masih sangat lemah saat ini. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads