Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 26 Nov 2019 11:03 WIB

Triwulan III-2019, BRIsyariah Salurkan Pembiayaan Rp 25 Triliun

Moch Prima Fauzi - detikFinance
Foto: Dok. BRI Foto: Dok. BRI
Jakarta - Hingga akhir September 2019 BRIsyariah (BRIS) menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 25,6 triliun, tumbuh sebesar 6,46% QoQ atau 20,11% YoY. Hal ini diketahui dalam public expose kinerja triwulan III 2019 yang digelar BRI di BRIlian Center, BRI, Jakarta.

"Penguatan tim bisnis dan monitoring berhasil meningkatkan pertumbuhan pembiayaan. Pembiayaan di segmen nonkomersil (konsumer, ritel dan mikro) menjadi kunci utama pertumbuhan pembiayaan berhasil tumbuh sebesar 12,05% QoQ, sehingga komposisi segmen nonkomersil pada triwulan III 2019 mencapai 61,72%," ujar Direktur Bisnis Ritel BRIsyariah Fidri Arnaldy dalam keterangan tertulis, Selasa (26/11/2019).

Dalam acara yang digelar Senin (25/11/2019) itu, Fidri secara rinci memaparkan pertumbuhan antar triwulan untuk segmen ritel dan kemitraan, konsumer dan mikro tumbuh sebesar 18,03%, 11,82% dan 6,86% pada Q3'19. Ke depannya, fokus pembiayaan BRIsyariah utamanya adalah segmen ritel konsumer. UMKM pun tetap menjadi perhatian BRIS untuk mendorong usaha produktif.


Untuk memperluas pasar, perseroan memanfaatkan value chain dan trickle down business dari nasabah-nasabah komersial. Selain itu BRIsyariah terus memperluas kerja sama dengan pihak-pihak ketiga agar bisnisnya semakin kuat dan pasar produk semakin besar.

"Untuk memperluas pasar segmen ritel kami akan menyasar pada ekosistem halal serta komunitas muslim. Sementara untuk segmen konsumer, produk andalan kami adalah pembiayaan perumahan, multiguna serta umrah dan halal tour," jelas Fidri.

Pada tahun 2019, KPR BRIsyariah dianugerahi penghargaan Peringkat I KPR Bank Umum Syariah Versi Infobank 8th Digital Brand Award 2019. Digitalisasi proses pencairan pembiayaan menjadi salah satu strategi BRIsyariah untuk memperkuat bisnis mikro.

Melalui aplikasi i-Kurma, pembiayaan mikro dapat cair dalam 1 hari setelah nasabah
melengkapi dokumen yang diperlukan. Sementara di sisi Dana Pihak Ketiga, peningkatan dana murah melalui tabungan mencapai 5,71% QoQ. Rekomposisi Dana Pihak Ketiga ini berhasil menurunkan beban biaya dana dari 4,88% menjadi 4,83% di triwulan III 2019.

Jumlah penabung diyakini akan bertambah dengan adanya implementasi Qanun Lembaga Keuangan Syariah di Aceh. Total jumlah nasabah BRI di Aceh mencapai lebih dari 2,8 juta. Sementara jaringan kerja induk BRIsyariah tersebar di 5 kota dan 14 kabupaten di Aceh terdiri dari 11 Kantor Cabang, 15 Kantor Cabang Pembantu, 141 Kantor Kas serta lebih dari 10ribu Agen BRILink.


"Dengan adanya penerapan qanun LKS ini maka kami mengajak masyarakat Aceh untuk memindahkan simpanan dan pinjaman kepada kami. Tentunya dalam hal ini kami bersinergi penuh dengan induk," jelas Fidri.

Sementara di luar implementasi qanun LKS, untuk meningkatkan jangkauan layanan kepada nasabah di seluruh pelosok negeri BRIsyariah mengoptimalkan lebih dari 2000 jaringan kantor induk kami sebagai Kantor Layanan Syariah.

Atas usaha BRIsyariah menyalurkan pembiayaan kepada UMKM, BRIsyariah dianugerahi penghargaan sebagai Bank Syariah Terbaik Untuk Pembiayaan UMKM dari salah satu media nasional.

Simak Video "Ajarkan Budaya Menabung Sejak Dini, BRI Buka BRILink di Sekolah"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com