Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 28 Nov 2019 14:06 WIB

Sekuriti OJK yang Bunuh Diri Diduga Terlilit Utang

Mei Amelia R - detikFinance
Ilustrasi/Foto: Mindra Purnomo Ilustrasi/Foto: Mindra Purnomo
Jakarta - Seorang sekuriti di kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahmud (38) ditemukan tewas gantung diri di pantry kantornya. Korban didiuga bunuh diri karena terlilit utang.

"Dari hasil pemeriksaan awal, diduga terlilit utang, banyak utang ke teman-temannya juga," kata Kapolsek Sawah Besar Kompol Eliyantoro Jalmaf dalam keterangan kepada detikcom, Kamis (28/11/2019).

Berdasarkan keterangan rekan kerja, beberapa hari belakangan korban tampak galau. Hal itu berdasarkan status di WhatsApp.

"Dan beberapa hari ini statusnya juga agak galau di WA-nya itu," imbuhnya.


Korban pertama kali ditemukan tewas gantung diri di ruang pantry di lantai 5 kantor OJK pada pukul 06.30 WIB. Kematian korban diketahui pertama kali oleh seorang pegawai OJK yang hendak merokok di ruang pantry.

Saksi kemudian melihat bayangan di ruang pantry tersebut. Saat dilihat, bayangan itu ternyata korban gantung diri.

Saksi tidak berani mendekat, sehingga lari meninggalkan pantry. Dia kemudian melaporkan temuannya itu kepada sekuriti yang diteruskan melapor ke Polsek Sawah Besar.


Polisi telah datang ke lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi memeriksa saksi-saksi dan membawa jenazah korban ke RSCM.

"Dari hasil identifikasi Inafis, memang indikasinya bunuh diri," kata Eli.

Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot sebelumnya mengatakan, Tenaga outsourcing tersebut adalah petugas keamanan di kantor OJK.

"Pagi hari ini ditemukan tenaga outsourcing pengamanan dari PT Bina Kerja Cemerlang meninggal di lingkungan perkantoran OJK," ujar Sekar.

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Simak Video "1.230 Fintech Ilegal Dibekukan Selama Tahun 2018-2019"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com