Emiten Inginkan Kurs Stabil di Bawah Rp 10.000/US$
Kamis, 17 Nov 2005 17:07 WIB
Jakarta - Perusahaan tercatat di bursa efek (emiten) mengharapkan kurs rupiah terhadap dolar AS stabil untuk menghindari rugi kurs. Posisi rupiah di bawah level Rp 10.000 per dolar AS dinilai kondusif untuk menjaga kinerja perusahaan."Kurs ke depannya yang penting stabil, karena kalau tidak stabil akan ada rugi kurs, dan kita tidak menginginkan terjadinya fluktuasi," kata Airlangga Hartarto, Ketua Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) di sela acara seminar Improving Indonesian Investment Climate di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (17/11/2005).Kurs yang tidak stabil akan berisiko menurunkan performa emiten dan membuat sulit perusahaan mendapatkan pinjaman baru dari bank, karena kredit sebelumnya kolektibilitasnya meningkat."Kalau perbankan lihat profitabilitas menurun, kategori perusahaan jadi turun dan berubah kolektibilitasnya, apalagi jika suku bunga terus naik," ujar Airlangga.Menurutnya, jika perusahaan tersebut kolektibilitasnya 3, maka bank harus menyiapkan dana cadangan yang dampaknya juga besar terhadap perbankan."Ke depannya perusahaan berharap kurs stabil dan di bawah Rp 10.000 per dolar AS," harap Airlangga.Tingginya suku bunga, juga diakui sangat berdampak besar, terutama untuk emiten sektor manufaktur. Kalangan industri juga berharap inflasi segera turun, karena jika tidak, maka upah minimum regional (UMR) akan naik terus yang mengakibatkan membengkaknya beban operasional."BBM, suku bunga, upah naik dan nanti listrik juga naik, maka jadinya cost of doing business di Indonesia sangat mahal," tandas Airlangga.
(ir/)











































