Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 06 Des 2019 10:48 WIB

Orang Korsel Jadi Korban Jiwasraya, BUMN RI Jelek di Mata Asing

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Rengga Sancaya/detikcom Foto: Rengga Sancaya/detikcom
Jakarta - Nasabah Jiwasraya dari produk JS Saving Plan sedang ketar-ketir menunggu penyelesaian masalah. Tak hanya dari dalam negeri, ada sebanyak 470 orang warga Korea Selatan (Korsel) yang juga menjadi korban asuransi milik negara ini.

Pengamat Asuransi Irvan Rahardjo mengungkapkan kasus kegagalan investasi yang menimpa Jiwasraya berpotensi mengganggu kepercayaan asing terhadap badan usaha milik negara (BUMN).

"Bisa (berpotensi ganggu kepercayaan). Hal ini juga karena bank tidak cukup memberi penjelasan secara transparan dan akuntabel kepada nasabahnya bahwa produk JS bukan produk perbankan dan return yang dijanjikan berlebihan," kata Irvan saat dihubungi detikcom, Jumat (6/12/2019).


Ketua Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Dito Ganinduto mengungkapkan baik perusahaan, pemerintah sampai DPR tak mengharapkan ada penurunan kepercayaan dari pihak asing akibat masalah yang menimpa Jiwasraya.

"Kita tidak harapkan itu terjadi, tapi inikan terbukti kalau BUMN asuransi kita tidak prudent dalam menjalankan bisnis. Sudah berlarut-larut dan bertahun-tahun. Suka tidak suka sampai hari ini belum selesai juga," kata Dito.

Dia menyampaikan, pihak Komisi XI akan memanggil kembali direksi Jiwasraya untuk membicarakan kelanjutan penyelesaian masalah ini.


Sebelumnya Bos Samsung salah satu perwakilan korban dari Korsel, Lee Kang Hyun bercerita bahwa kebanyakan orang Korea di Indonesia ditawarkan asuransi lewat bank. Salah satunya lewat Bank KEB Hana, dengan embel-embel asuransi milik perusahaan pelat merah, banyak orang Korea yang tertarik dan jadi nasabah.

"Saya ketua Kadin Korea Indonesia, saya korban juga, 470 orang Korea jadi korban. Orang Korea sebagian besar menabung di Hanna Bank, maka ditawari lah asuransi Jiwasraya. Orang Korea nanya bunganya berapa? Hanna Bank bilang bunganya tinggi, karena ini Jiwasraya milik negara," ucap Lee di Ruang Rapat Komisi VI DPR pekan lalu.

Simak Video "BPK: Jiwasraya Rekayasa Laporan Keuangan tahun 2006"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/das)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com