Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 09 Des 2019 19:00 WIB

Bank Mandiri Rem Target Kredit Tahun Depan, Dirut: Berat

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - PT Bank Mandiri Tbk memproyeksikan pertumbuhan kredit tahun depan mencapai 9-10%. Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar menjelaskan, target pertumbuhan penyaluran kredit di tahun depan tidak terlepas dari kondisi ekonomi global yang sedang mengalami gejolak.

Menurut dia ekonomi yang tengah melemah membuat pertumbuhan kredit tak setinggi tahun-tahun sebelumnya.

"Pertumbuhan kredit targetnya mencoba untuk tumbuh dekati 10%. Lihat ekonomi saat ini juga tahu diri, kami targetkan 9%-10%. Sudah enggak bisa seperti tahun-tahun sebelumnya yang tumbuh 14%-16%," kata dia dalam konferensi pers hasil RUPSLB di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (9/12/2019).

Adapun hingga kuartal III-2019 Bank Mandiri mencatat pertumbuhan kredit sebesar 7,78% atau telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 841,9 triliun. Pertumbuhan tersebut melambat dibandingkan September 2018 yang mampu tumbuh sebesar 13,8%.

Dia menjelaskan, pertumbuhan kredit di tahun depan bakal ditopang segmen ritel atau konsumer. Memang rencananya bergeser dari segmen korporasi yang saat ini masih mendominasi penyaluran kredit.

"Kami akan coba cari keseimbangan marginnya yang bagus, risiko juga enggak terlalu tinggi, itu kita coba shifting kesana, supaya pertumbuhannya berkelanjutan ke depan. Kami lihat korporasi beberapa tahun terakhir cukup tinggi, nah kami akan coba membawa korporasi itu kolaborasi dengan ritel," imbuh dia.



Seiring dengan proyeksi kredit tahun depan, Royke juga mengaku berat untuk penyaluran kredit Bank Mandiri tumbuh dobel digit di tahun 2019. Menurutnya, kredit akan tumbuh di kisaran 9% hingga akhir tahun.

"Berusaha untuk capai 10%, tapi kayaknya berat, mungkin sekitar 9% sudah bagus," tambahnya.

Pelemahan ekonomi diakui Royke membuat tertekan kinerja korporasi sehingga penyaluran pembiayaan pun tersendat, lantaran korporasi juga kini banyak yang memilih untuk menahan ekspansi. Padahal kredit korporasi mengambil peran besar dalam penyaluran kredit Bank Mandiri.

"Korporasi sudah relatif berat growth-nya, kan lihat juga beberapa BUMN sedang konsolidasi, lagi ada perbaikan. Mau shifting ke swastanya juga masih wait and see, ini kan sulit," ungkap dia.



Hingga akhir September 2019 kredit segmen korporasi mencapai Rp 327,7 triliun atau tumbuh 7,6% dari periode sama tahun lalu sebesar Rp 305,2 triliun. Untuk segmen konsumer, tercatat mencapai Rp 88,5 triliun hingga akhir September 2019 atau tumbuh 4,1% secara tahunan dari Rp 85 triliun. Lalu kredit mikro mencapai Rp 116,4 triliun atau tumbuh 19,4% secara tahunan dari Rp 97,5 triliun.

Kemudian penyaluran ke kredit SME (Small Medium Enterprise) tercatat sebesar Rp 57,5 triliun atau tumbuh 4,5% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 55 triliun. Sedangkan pertumbuhan kredit komersial tercatat mengalami kontraksi yakni -2,7% menjadi Rp 138 triliun dari September 2018 yang sebesar Rp 141,9 triliun.

Adapun penyaluran kredit ke sektor infrastruktur tercatat mencapai Rp 198,5 triliun atau 16,9% secara tahunan. Sedangkan untuk program Kredit Usaha Rakyat (KUR), sepanjang Januari-September 2019 sudah disalurkan Rp 17,45 triliun atau tumbuh 29,7% secara tahunan.

Simak Video "Saldo Nasabah Mendadak Berubah, Bank Mandiri: Ada Eror di Sistem"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com