Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 12 Des 2019 21:15 WIB

Bangkok Bank Guyur Rp 37 T Caplok Saham Permata, dari Mana Uangnya?

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Hasan Alhabshy Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta - Bangkok Bank telah mengakuisisi 89,12% saham PT Bank Permata Tbk di Indonesia. Caranya dengan membeli kepemilikan saham Standard Chartered Bank (Standard Chartered) dan PT Astra International Tbk (Astra).

Direktur Utama Bangkok Bank, Chartsiri Sophonpanich mengatakan sumber dana akuisisi berasal dari kas internal perusahaan dan pinjaman.

"Akuisisi ini akan dibiayai melalui perpaduan sumber daya internal dan kegiatan pendanaan rutin Bangkok Bank," tegas Chartsiri di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis (12/12/2019).


Dia mengaku ke depan pihaknya tidak akan menambah modal.

"Kami melakukan pendanaan, sumber pendanaan normal yaitu cukup memadai, kami tidak berencana menambah ekuitas," kata dia.

Mengenai jumlah kepemilikan saham, Chartsiri mengaku akan berdiskusi lebih dalam dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingat aturan tersebut. Pasalnya, dalam aturan maksimal kepemilikan saham bagi asing sebesar 40 persen.

"Kami punya diskusi awal dengan OJK, kami mengikuti arahan OJK mengenai persentase kepemilikan. Kami mengikuti regulator," ungkap dia.

Dapat diketahui, transaksi akuisisi diharapkan akan selesai pada tahun 2020. Bangkok Bank mengantisipasi penawaran tender wajib (mandatory tender offer) untuk sisa 10,88% saham di Permata setelah merampungkan akuisisi saham kepemilikan sebesar 89,12%.

Transaksi akan dilaksanakan berdasarkan penilaian yang disepakati sebesar 1,77 kali lipat dari nilai buku Permata (yang masih akan disesuaikan). Adapun pada 30 September 2019, harga pembelian indikatif saham permata adalah Rp 1,498 per saham dan nilai transaksi indikatif Rp 37,4 triliun atau sekitar US$ 2,6 miliar untuk 89,12% saham.


Sementara untuk kepemilikan 100,0% saham nilainya diperkirakan sebesar Rp 42 triliun atau sekitar US$ 3 miliar.

Harga yang harus dibayar oleh Bank untuk kepemilikan 89,12% saham di Permata akan difinalisasikan berdasarkan 1,77 kali lipat dari nilai buku Permata (yang masih akan mengalami beberapa penyesuaian), sebagaimana tercantum dalam laporan keuangan terakhir yang diterbitkan Permata sebelum penyelesaian Transaksi.

Simak Video "Adu Harta Menteri Erick Thohir, Wishnutama, dan Nadiem Makarim"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com