Asuransi Syariah Tumbuh 80%

Prospeknya Sangat Baik

Asuransi Syariah Tumbuh 80%

- detikFinance
Senin, 21 Nov 2005 14:48 WIB
Jakarta - Perkembangan asuransi syariah ternyata cukup menjanjikan. Tahun 2005 ini saja, asuransi syariah diperkirakan tumbuh hingga 80 persen. Angka tersebut berarti lebih baik dari angka asuransi konvensional yang hanya tumbuh 15 persen."Pertumbuhannya masih tinggi. Tahun ini saja mencapai 80 persen," kata Ketua Islamic Insurance Society (IIS) Muhaimin Iqbal usai pembukaan kursus internasional Islamic Insurance and Takaful di Pusdiklat Depkeu, Jalan Purnawarman 99, Jakarta, Senin (21/11/2005).Iqbal mengakui, nilai premi asuransi syariah saat ini masih sangat rendah. Namun pertumbuhan dan perkembangannya masih akan tinggi dan bahkan diprediksi tahun depan dapat mencapai 80-100 persen."Pertumbuhannya tahun depan minimal sama dengan tahun sekarang. Mungkin tahun depan bisa mencapai 80-100 persen," ungkap Iqbal.Premi yang dikumpulkan oleh asuransi syariah umumnya sebagian besar ditanamkan di bank syariah dan reksa dana syariah. Namun penyalurannya, menurut Iqbal, harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan syariah.Mengenai persaingan asuransi syariah dan konvensional, diakui Iqbal memang ada, namun jumlahnya sangat tidak signifikan.Di Indonesia, perkembangan asuransi syariah dimulai tahun 1994 yang dipelopori oleh Takaful Indonesia yang menjadi dasar perkembangan asuransi syariah Indonesia. Saat ini terdapat 3 jenis asuransi syariah, yakni Asuransi Keluarga Takaful, Asuransi Umum Takaful, dan Asuransi Mubarokah.RI Jadi Kiblat Ekonomi SyariahIqbal menambahkan, Indonesia sebenarnya sangat berpotensi untuk menjadi kiblat ekonomi syariah. Diakui, saat ini di dunia memang belum ada arahan atau kiblat untuk kegiatan ekonomi syariah.Menurut Iqbal, Indonesia bisa saja menjadi kiblat ekonomi syariah karena didukung jumlah penduduk muslim yang terbesar di dunia, dan juga dianggap memiliki laboratorium alam untuk kegiatan ekonomi syariah.Selain itu Indonesia juga didukung oleh struktur ekonomi yang kuat yang ditopang melalui UMKM yang jumlahnya cukup banyak sekitar 42,5 juta UMKM. Menurut Iqbal, potensi-potensi ini dapat dikembangkan untuk menjadi kiblat kegiatan ekonomi syariah. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads