Pertumbuhan Perbankan Terpangkas Lebih dari 50%
Senin, 21 Nov 2005 16:14 WIB
Jakarta - Sektor perbankan memasuki fase muram. Pada triwulan III-2005, angka pertumbuhan sektor ini terpangkas lebih dari 50 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.Jika pada triwulan II-2005 sektor ini masih mampu tumbuh sebesar 5,61 persen, namun pada triwulan III-2005 pertumbuhannya menjadi 2,91 persen.Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Slamet Sutomo, dalam konferensi pers di kantornya, Jalan DR Sutomo, Jakarta, Senin (21/11/2005).Namun Slamet tidak membeberkan apa penyebab terpangkasnya pertumbuhan sektor perbankan. Nasib sub sektor lembaga keuangan non bank pun tak kalah pahit yakni melambat dari 1,42 persen pada triwulan II-2005 menjadi 0,34 persen pada triwulan III-2005. Sektor ekonomi lain yang mengalami perlambatan antara lain sektor listrik, gas dan air bersih. Ketiga sektor ini pertumbuhannya melambat dari 3,85 persen pada triwulan II-2005 menjadi 2,12 persen pada triwulan III-2005. Sektor perdagangan besar juga melambat dari 2,47 persen pada triwulan II-2005 menjadi 2,29 persen pada triwulan III-2005. Alat angkutan, mesin dan peralatan melambat dari 4,65 persen menjadi 3,58 persen. Namun pada triwulan III-2005, beberapa sektor mengalami peningkatan kinerja ekonomi antara lain sektor transportasi udara (10,63%), hotel (4,62%) serta sektor industri kertas dan barang cetakan (2,41%).Peningkatan ketiga sektor ekonomi ini merupakan dampak dari pengeluaran konsumsi pemerintah yang meningkat pada triwulan III-2005 yakni sebesar 20,47 persen. "Laju pertumbuhan ini lebih tinggi daripada laju pertumbuhan pengeluaran konsumsi pemerintah pada triwulan II yaitu sebesar 7,54 persen," ujar Slamet.
(qom/)











































