Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 23 Des 2019 17:12 WIB

Deretan Jebolan Bank Mandiri di Lingkaran Erick Thohir

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Pradita Utama


4. Sunarso
Sunarso dipercaya Kementerian BUMN untuk menjadi Dirut BRI. Sebelum bolak-balik menjadi petinggi BRI, dia juga pernah menjadi bos di Bank Mandiri.

Mengutip laman resmi BRI, Sunarso menempuh pendidikan S1 di Institut Pertanian Bogor (IPB). Jurusannya tak begitu berkaitan dengan perbankan, yakni Agronomi.

Kemudian dia melanjut pendidikan di Universitas Indonesia (UI). Sunarso mengambil S2 jurusan Administrasi Bisnis.

Sebelum bekerja di BRI, Sunarso pernah bekerja sebagai Direktur Commercial & Business Banking PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sejak 2010 hingga 2015. Kemudian dia keluar dari jajaran Direksi Bank Mandiri lantaran ditunjuk menjadi Wakil Direktur Utama BRI pada 2015.

Selanjutnya pada 2017, Sunarso dipercaya menjadi Direktur Utama PT Pegadaian (Persero). Posisi itu dijalankannya hingga awal 2019.

Setelah itu Sunarso kembali lagi ke BRI. Formasi direksi BRI yang tadinya menghilangkan posisi Wakil Dirut, kemudian dimunculkan kembali untuk ditempati oleh orang yang sama, yakni Sunarso.


5. Pahala N Mansury
Pemerintah mempercayai Pahala sebagai Direktur Utama BTN. Dia sebelumnya sudah berpindah beberapa kali di BUMN.

Sebelum BTN dia dipercayai menjadi Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero). Dia menggantikan Arief Budiman yang sebelumnya duduk di kursi Direktur Keuangan Pertamina.

Sebelum di Pertamina pada April 2017, Pahala dipercaya menjadi Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Dia menjabat sebagai orang nomor satu maskapai pelat merah selama 17 bulan atau berakhir kemarin (12/9/2018) saat RUPSLB Garuda Indonesia.

Sebelumnya lagi pada tahun 2010, Pahala dipercaya sebagai salah satu direktur Bank Mandiri. Jabatan itu dia dapat setelah menjabat sebagai EVP Coordinator Finance & Strategy and Chief Financial Officer.

Perjalanan karier Pahala dimulai sebagai konsultan manajemen di Andersen Consulting sampai tahun 1997. Pada tahun 1998, Pahala bekerja paruh waktu di salah satu sekuritas di New York.

Pahala bergabung dengan Booz Allen & Hamilton sebagai konsultan senior selama satu tahun di 1999. Pada tahun yang sama ia juga sempat bergabung dengan Boston Consulting Group sebagai pemimpin dalam beberapa proyek perbankan.

Beberapa tahun berselang atau di tahun 2003, Pahala kemudian memulai kariernya di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Bank Mandiri menjadi salah satu pijakan penting karier Pahala sebab dari sini kariernya terus meningkat.

6. Tardi
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Krakatau Steel (Persero) Tbk memutuskan Tardi untuk menjadi direktur keuangan perusahaan menggantikan Tambok P Setyawati S.

Sebelum dipindahkan ke Krakatau Steel, Tardi merupakan Direktur Retail Banking di Bank Mandiri. Sebum naik menjadi direktur, tardi merupakan Senior Executive Vice President of Consumer Finance Bank Mandiri

7. Ogi Prastomiyono
Ogi saat ini bekerja sebagai Direktur Layanan Strategis PT Inalum (Persero). Dia aktif di perusahaan holding BUMN tambang yang bernama MIND ID itu sejak tanggal 11 April 2018.

Sebelumnya Ogi merupakan Direktur Operasi di Bank Mandiri. Cukup lama Ogi berkarier di Bank Mandiri.

Kariernya di Bank Mandiri bermula menjadi Group Head of Compliance pada 1999. Kemudian dia dipercaya menjadi direktur di anak usaha Bank Mandiri Syariah pada 2003. Kemudian dia kembali ke posisi semula dan terus menanjak menjadi direktur.

Awal kariernya hanya sebagai seorang staff di Bank Export Import (Bank Exim). Kariernya terus menanjak hingga akhirnya menjadi Kepala Biro Perencanaan dan Pengembangan Bank Exim (1999).
Halaman
1 2 Tampilkan Semua


Simak Video "Ini Alasan di Balik Terpilihnya Zulkifli Zaini Jadi Dirut PLN"
[Gambas:Video 20detik]

(das/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com