Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 27 Des 2019 20:00 WIB

Mengupas Fakta Saham Gorengan yang Disebut Bikin Jiwasraya Amsyong

Dana Aditiasari, Fadhly Fauzi Rachman, Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya (Persero), Hexana Tri Sasongko menjelaskan, perusahaan menerima kerugian besar dari penempatan investasi saham kualitas rendah alias 'gorengan'. Karena penempatan itu, nilai investasi saham Jiwasraya turun drastis.

Saat wawancara khusus dengan detikcom belum lama ini, Hexana sempat menyebut beberapa saham yang dianggap 'gorengan' tadi.

"Sudah jelas, saham IIKP, saham SMRU yang sekarang Rp 350, FIRE, saham-saham MTFN," sebutnya belum lama ini.


Berdasarkan sumber detikcom, ada sejumlah saham gorengan yang membuat Jiwasraya merugi. Saham-saham gorengan yang dimiliki Jiwasraya kini telah menjadi aset dasar (underlying) investasi reksa dana alias tidak investasi saham langsung.

Beberapa saham itu di antaranya PT Prima Cakrawala Abadi Tbk (PCAR), PT Eureka Prima Jakarta Tbk (LCGP), PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE), PT Pool Advista Finance Tbk (POLA) dan PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM).

"Ada 107 saham dalam underlying," jelas sumber detikcom.

Apakah saham-saham tersebut masih dimiliki perusahaan?

Mengutip Laporan Keuangan per 31 Desember 2018, Jiwasraya tak pernah tercatat memiliki saham PCAR, JGLE, POLA dan TRAM secara langsung.

Sementara untuk saham LCGP, terakhir perusahaan memiliki saham LCGP pada tahun 2015. Sementara pada tahun 2016, 2017 dan 2018, perusahaan tak lagi memiliki saham tersebut secara langsung.

Sedangkan untuk saham IIKP, terakhir kali dimiliki Jiwasraya secara langsung pada tahun 2014. Saham SMRU masih dimiliki perusahaan hingga 2018. Saham FIRE tak pernah dimiliki perusahaan sejak 2014. Terakhir, saham MTFN dimiliki Jiwasraya pada 2014 dan 2015.

Berikut daftar lengkap saham yang dimiliki Jiwasraya secara langsung di 2018:
  1. Semen Batu Raja (SMBR),
  2. Bank BJB (BJBR),
  3. PP Properti (PPRO),
  4. Waskita Beton Precast (WSBP),
  5. GMF AeroAsia (GMFI).
  6. Aneka Tambang (ANTM),
  7. PP Presisi (PPRE),
  8. Jasa Armada Indonesia (IPCM),
  9. Wijaya Karya Bangunan Gedung (WEGE),
  10. Jasa Marga (JSMR),
  11. SMR Utama (SMRU),
  12. Tugu Pratama Indonesia (TUGU).
  13. Semen Indonesia (SMGR),
  14. Adhi Karya (ADHI),
  15. Perusahaan Gas Negara (PGAS),
  16. Waskita Karya (WSKT),
  17. Wijaya Karya (WIKA),
  18. Indocement Tunggal Prakarsa (INTP),
  19. PT PP (PTPP),
  20. Alam Sutera Realty (ASRI),
  21. Wijaya Karya Beton (WTON),
  22. Surya Semesta Internusa (SSIA),
  23. Gajah Tunggal (GJTL).
  24. Wintermar Offshore Marine (WINS),
  25. Timah (TINS),
  26. Surya Citra Media (SCMA),
  27. LinkNet (LINK),
  28. XL Axiata (EXCL),
  29. Multipolar (MLPL)
  30. Bekasi Fajar Industrial Estate (BEST)


Simak Video "Ada Eks Orang Istana Jadi Direksi Jiwasraya, Ini Faktanya"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com