Pas Gagal Bayar, Jiwasraya Sabet Belasan Penghargaan di 2018

Soraya Novika - detikFinance
Selasa, 31 Des 2019 11:22 WIB
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Nama PT Asuransi Jiwasraya (Persero) sedang disorot. Keuangan perusahaan asuransi pelat merah itu berantakan hingga membuatnya gagal bayar klaim nasabah.

Anehnya, Jiwasraya justru mendapat penghargaan sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan Product Development Terbaik di sektor financal & hospitality Branding and Marketing Award 2018. Penghargaan itu diberikan oleh BUMN Track.

Penghargaan itu diterima Jiwasraya per 21 November 2018 lalu, sebulan setelah perusahaan ini dinyatakan mengalami gagal bayar atau default polis nasabah produk JS Saving Plan senilai Rp 802 miliar.

Bukan cuma itu, Jiwasraya juga ternyata banyak menyabet berbagai penghargaan dari banyak pihak pada 2018 lalu. Jumlahnya mencapai belasan penghargaan.

Dikutip dari laman resmi Jiwasraya, Selasa (31/12/2019), berikut deretan penghargaan yang pernah disabet Jiwasraya selama 2018:

1. BUMN Branding & Marketing Award 2018 dari BUMN Track pada 21 November 2018
2. IT Governance Awards 2018 dari Menteri Komunikasi dan Informatika RI Rudiantara pada 19 Desember 2018
3. Social Business Innovation Company Award 2018 dari Warta Ekonomi pada 27 September 2018
4. Golden Throphy atas keberhasilan mempertahankan predikat kinerja 'Sangat Bagus' dari BUMN Award 2018 pada 26 September 2018
5. Indonesia Corporate PR Award 2018
6. Best Insurance Award 2018 dari Majalah Investor pada 24 Juli 2018
7. 19th Insurance Award dari Majalah Infobank pada 26 Juli 2018
8. Most Admired Companies Award 2018 dari majalah Warta Ekonomi
9. BUMN Marketeers Award 2018 pada 2 Mei 2018
10. Apresiasi Program PKBL 2018
11. Revolusi Mental Award 2018 dari Majalah BUMN Track pada 24 April 2018
12. Brand For Good Club
13. Indonesia WOW Brand 2018
14. Lima Penghargaan Unit Link Award 2018 dari Majalah Investor
15. Empat Penghargaan Indonesia Prestige Brand Award 2018 dari majalah Warta Ekonomi


Untuk diketahui, kasus gagal bayar di Jiwasraya terjadi lantaran perusahaan asuransi pelat merah ini gagal membayar polis kepada nasabahnya yang jatuh tempo per Oktober 2018 lalu.

Saat ini, Jiwasraya memiliki total ekuitas atau selisih aset dan kewajiban minus Rp 23,92 triliun. Angka tersebut berasal dari jumlah aset per kuartal III/2019 Rp 25,6 triliun, sedangkan utangnya mencapai Rp 49,6 triliun.

Selain itu, kerugian Jiwasraya per September 2019 mencapai angka Rp 13,74 triliun. Sedangkan, perusahaan BUMN ini juga memiliki total kewajiban klaim asuransi sebesar Rp 16,3 triliun.



Simak Video "Pemerintah 'Suntik' Jiwasraya Rp 22 Triliun"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)