Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 31 Des 2019 11:29 WIB

Jumlah Uang Beredar Meningkat Jadi Rp 6.072 T di November

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas sebesar Rp 6.072,7 triliun atau tumbuh 7,1% lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya 6,3%.

Dari keterangan BI disebutkan, pertumbuhan uang beredar dalam arti luas ini terjadi karena adanya peningkatan uang beredar dalam arti sempit.

"Uang beredar dalam arti sempit menunjukkan peningkatan dari 6,6% pada Oktober 2019 menjadi 10,5% pada November 2019, bersumber dari peningkatan uang kartal dan giro rupiah," tulis keterangan tersebut, dikutip Selasa (31/12/2019).


Kemudian disebutkan komponen uang kuasi dan surat berharga selain saham tumbuh melambat.

Berdasarkan faktor yang mempengaruhi, peningkatan uang beredar dalam arti luas pada November disebabkan oleh peningkatan pertumbuhan aktiva luar negeri bersih, ekspansi operasi keuangan pemerintah serta akselerasi penyaluran kredit.


Yakni aktiva luar negeri bersih tercatat meningkat menjadi 4,6% dari sebelumnya 2%. Kemudian operasi keuangan pemerintah juga tercatat ekspansi sebesar 2,4% year on year dibanding sebelumnya yang mengalami kontraksi -10%.

"Ekspansi tersebut sejalan dengan peningkatan tagihan sistem moneter kepada pemerintah pusat yang diikuti dengan perlambatan kewajiban terhadap pemerintah pusat," tambah keterangan BI.

Selain itu, penyaluran kredit tercatat mengalami pertumbuhan yakni 7% dibandingkan bulan sebelumnya 6,6%.

Simak Video "Cadangan Devisa Indonesia Menggemuk di Januari"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com