Perang Suku Bunga, BI Tegur Bank yang Promosinya Tak Sehat

Perang Suku Bunga, BI Tegur Bank yang Promosinya Tak Sehat

- detikFinance
Rabu, 23 Nov 2005 15:23 WIB
Jakarta - Tren kenaikan suku bunga menimbulkan semacam perang suku bunga bank. Promosi pun gencar dirilis perbankan. BI pun terpaksa menegur bank-bank yang menggelar promosi tidak sehat karena justru bisa membahayakan bank yang bersangkutan.Perihal teguran BI terhadap bank itu diungkapkan oleh Deputi Direktur Direktorat Penelitian dan Pengembangan Perbankan BI, Tirta Segara, usai diskusi perbankan di Hotel Sahid, Jakarta, Rabu (23/11/2005).Namun sayangnya Tirta enggan menyebutkan nama-nama bank yang sudah 'dijewer' oleh BI itu. Dalam teguran yang dilayangkan BI pada Oktober, bank-bank diminta agar menerapkan good corporate di masing-masing instansinya dan melakukan tindakan yang lebih baik lagi dalam manajemennya. BI juga telah memperingatkan bank agar melakukan promosi bank secara lebih sehat agar tidak membahayakan keuangan bank itu sendiri. Karena selama ini banyak bank-bank yang memberikan semacam cash back atau promosi yang besar dalam rangka menggaet nasabah. "Jadi kalau menurut kita bank itu tidak sehat dalam melakukan promosinya, kita akan tegur. Selain itu kalau bank pasang bunga tinggi-tinggi, akhirnya cost bank lebih tinggi juga," ujar Tirta tanpa merinci bank mana saja yang sudah ditegur.Menurut Tirta, program cash back yang dilakukan hanya sekali tidak apa-apa. Namun yang tidak boleh adalah jika bank terus menerus memberikan suku bunga yang tinggi. Tirta juga mengungkapkan, untuk menghindari tertipunya konsumen akibat perang suku bunga, maka BI akan mewajibkan bank mengumumkan risiko menabung dengan suku bunga yang melebihi suku bunga penjaminan Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS)."Kita akan minta bank-bank untuk mencantumkan pengumuman, mungkin dalam minggu-minggu depan ini," kata Tirta.Bank-bank diwajibkan mencantumkan pengumuman itu untuk memberikan peringatan kepada nasabah soal risiko menabung dengan imbalan suku bunga yang melebihi suku bunga penjaminan LPS. Jika melebihi, maka risikonya adalah dana nasabah tersebut tidak dijamin. Komisaris BRI Aviliani mengakui, saat ini memang terjadi perang suku bunga. Namun yang menjadi masalah adalah adanya bank yang memberikan promosi semacam cash back yang sebenarnya tidak diperbolehkan karena menyangkut good corporate. Untuk itu, Aviliani meminta agar BI sebagai regulator harus memberi ketentuan yang jelas mengenai promosi tersebut guna mengerem persaingan suku bunga. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads