Dolar AS Rontok di Asia
Rabu, 23 Nov 2005 17:45 WIB
Jakarta - Sinyal berhentinya rangkaian kenaikan suku bunga benchmark AS yang diungkapkan oleh Bank Sentral AS (Fed) merontokkan posisi dolar AS. Mata uang ini melemah terhadap hampir semua mata uang regional, termasuk rupiah.Pada penutupan perdagangan Rabu (23/11/2005) pukul 17.00 WIB, rupiah ditutup menguat 10 poin pada level 10.050 per dolar AS.Tercatat dolar AS juga melemah terhadap dolar Singapura di 1,6939, dan dolar Hong Kong di 7,753 dan juga terhadap yen Jepang di 118,39. Bank Sentral AS mulai berdebat untuk mengakhiri rangkaian kenaikan suku bunga AS yang sudah dilakukan sebanyak 12 kali. Perdebatan itu muncul seiring mulai pulihnya perekonomian AS setelah dihantam sejumlah badai.Perdebatan itu terungkap dalam catatan pertemuan terakhir Federal Open Market Committee (FOMC) 1 November lalu atau disebut sebagai Fed Minutes."Dolar AS sekarang terguling-guling, dan seperti biasanya, ini adalah kesalahan Fed," ujar analis valas Kathy Lien seperti dikutip dari AFP.Lelang SBISementara lelang SBI yang dilakukan BI pada hari ini berhasil menyerap likuiditas hingga Rp 14,99 triliun, dari target indikatif Rp 12 triliun. Rata-rata tertimbang SBI hasil lelang tidak berubah yakni tetap di kisaran 12,25 persen.
(qom/)











































