Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 09 Jan 2020 12:47 WIB

Investasi MeMiles Pakai Skema Ponzi, Apa Itu?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Tim Infografis: Nadia Permatasari
Jakarta - Pihak kepolisian Jawa Timur telah membongkar penipuan berkedok investasi MeMiles. MeMiles menawarkan keuntungan yang tidak rasional mulai dari bonus sepeda motor sampai berlian.

Satuan tugas waspada investasi menyebut ada skema piramida atau Ponzi yang digunakan oleh MeMiles untuk menjalankan aksinya.

"Diduga ada skema piramida yang dilarang dalam Undang-undang perdagangan," ujar ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing saat dihubungi detikcom, Kamis (9/1/2020).

Skema investasi piramida ini pertama kali dicetuskan oleh Charlez Ponzi pada 1920. Saat itu, Ponzi mempraktikkan arbitrasi dari kupon balasan surat internasional yang tarifnya berbeda di setiap negara.

Keuntungan yang didapatkan Ponzi dari praktik ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan dan investor sebelumnya.

Skema ini adalah investasi palsu yang membayarkan keuntungan untuk investor dari uang sendiri atau dibayarkan oleh investor berikutnya. Bukan dari keuntungan yang diperoleh individu atau organisasi yang menjalankan operasi ini.

Modus ini, mengiming-imingi investor baru dengan menawarkan keuntungan yang lebih tinggi dibanding investasi lain dalam jangka pendek dengan keuntungan yang sangat tinggi. Nah, kelangsungan dari keuntungan yang tinggi itu membutuhkan pemasukan dari uang investor baru, ini untuk menjaga skema agar terus jalan.

Simak Video "Siti Badriah Tegaskan Hanya Isi Acara di MeMiles"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com