Gandeng Gus Mus, OJK Garap Bank Wakaf Mikro di Rembang

Arif Syaefudin - detikFinance
Kamis, 09 Jan 2020 15:32 WIB
KH Mustofa Bisri dan pimpinan OJK/Foto: Arif Syaefudin/detikcom
Rembang - Otoritas Jasa Keungan (OJK) meresmikan pendirian Bank Wakaf Mikro (BWM) di Kabupaten Rembang. Dalam peresmiannya sendiri, OJK menggandeng sosok kyai karismatik, KH Ahmad Mustofa Bisri atau akrab disapa Gus Mus.

Kegiatan peresmian digelar di aula Pondok Pesantren Raudlatul Thalibin Leteh, Rembang, asuhan Gus Mus pada Kamis (9/1/2020). Kantor dari BWM sendiri nantinya juga akan berlokasi tak jauh dari ponpes tersebut, di Jalan Majapahit Leteh, Rembang.

Dalam arahannya, Gus Mus menyebut selama ini masyarakat seringkali merasa kesulitan ketika hendak mengajukan permohonan kredit pinjaman kepada bank karena proses yang cukup rumit. Sehingga, justru kalangan menengah ke bawah yang membutuhkan luput.

"Jadi kondisinya saat ini itu, rakyat kecil-kecil yang nabung, yang utang orang sugih (kaya). Makanya yang sini mulai dari mbahnya sampai cucunya melarat terus, yang sana mulai dari mbahnya sampai cicitnya sugih terus. Saya itu pernah gak diladeni, karena saya nggak pakai safari, saya diacuhkan. Padahal mereka mengatakan bahwa abdi masyarakat, tapi kok saya dicuekin," kata Gus Mus.


Ia pun berharap nantinya BWM dapat beroperasi dan bermanfaat bagi masyarakat kecil yang membutuhkan. Selain itu, BWM diharapkan mampu memberikan pelayanan yang mudah kepada masyarakat.

"Alhamdulillah ada OJK, saya bersyukur sekali. Terutama yang menamakan diri bank wakaf mikro bangkit nusantara ini, sampean harus tahu ini untuk apa. Jangan sampai dikira ini menjadi bank-bank baru, jangan sampai nasabah ketakutan, kalau perlu embel-embel apa itu nggak usah dipakai. Supaya mereka mudah, supaya rakyat kecil ini bisa menikmati tanpa ribet dengan birokrasi yang selama ini membikin mereka tersisihkan," terangnya.

Ketua dewan komisioner OJK RI, Wimboh Santoso menjelaskan, BWM hanya akan berfokus memberikan kredit pinjaman kepada masyarakat ultra mikro. Ia pun menyebut, pinjaman yang diberikan tanpa ada bunga sama sekali.

"Bunga nol, hanya sumbangan administrasi, karena kantornya ini kan perlu listrik, karyawannya juga butuh gaji. Biaya administrasi 3 persen. Pinjaman maksimal untuk nasabah baru Rp 1 juta, diangsur setahn,. Setiap minggu membayar Rp 26 ribu. Kalau nasabah punya usaha bikin nasi goreng, pasti kan laku itu. Saya yakin tidak akan macet, kecuali meninggal kami tidak akan tarik," jelasnya.

Ia pun menjelaskan, sistem kredit di BWM ini berbeda dengan bank ataupun koperasi pada umumnya. Nasabah tidak dikenai buku tabungan alias deposit sehingga tidak ada resiko penggelapan tabungan oleh karyawan.

"Ini non deposit taking, tidak boleh menerima tabungan, jadi jangan khawatir kalau ini akan melarikan duit nasabah. Sejauh ini sudah ada 56 bank wakaf mikro di seluruh Indonesia termasuk disini. Di Rembang terdapat modal Rp 8 Milyar, dengan jumlah itu ada 3 ribu nasabah harapan kami, tentunya ini membutuhkan waktu," pungkasnya.



Simak Video "OJK Sebut Pasar Modal Indonesia Mulai Bangkit"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)