Rupiah di Bawah 10.000/US$ 2006

Rupiah di Bawah 10.000/US$ 2006

- detikFinance
Kamis, 24 Nov 2005 12:24 WIB
Jakarta - Berakhirnya siklus pengetatan moneter oleh Bank Sentral AS (Fed) akan membawa dampak positif pada rupiah. Mata uang ini diperkirakan bisa kembali menguat di bawah levelRp 10.000 per dolar AS pada tahun 2006."Siklus pengetatan (Fed) akan berkurang dan ini akan mempengaruhi kita," kata Deputi Gubernur Senior BI Miranda S Goeltom dalam seminar bertajuk "Economic Outlook 2006" di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (24/11/2005).Miranda menambahkan, untuk mencapai level tersebut harus didorong oleh kebijakan di sektor riil dan fiskal serta perkiraan akan berakhirnya siklus pengetatan oleh The fed. "Kondisi keamanan dan juga ditambah asumsi pengelolaan demand valas yang masih didominasi oleh Pertamina," ujar Miranda.Nilai tukar rupiah tercatat menembus level terendahnya dalam empat tahun terakhir di Rp 11.700 per dolar AS pada 30 Agustus lalu. Pada Oktober 2005, lanjut Miranda, rupiah berangsur menguat karena tingginya interest rate differential pada saat BI rate dinaikkan. "Juga adanya peningkatan investasi asing yang meningkat karena pulihnya tingkat kepercayaan asing setelah pemerintah menaikkan harga BBM 1 Oktober lalu," tambahnya.NPL Perbankan MeningkatMiranda juga mencermati kinerja perbankan pada tahun 2005 yang dinilainya masih cukup baik meski ada kenaikan kredit bermasalah (non performing loan/NPL). Kinerja yang cukup baik itu terlihat dari intermediasi perbankan yang sudah mencapai 22 persen dengan loan to deposit ratio (LDR) 66,1 persen. "Perkembangan tersebut mengindikasikan target pertumbuhan kredit pada tahun 2005 akan tercapai," katanya.Jumlah kredit yang disalurkan oleh perbankan saat ini sudah mencapai Rp 331,1 triliun, atau sebesar 51 persen dari total kredit perbankan. Namun dari sisi NPL terjadi perkembangan yang kurang menggembirakan yakni sebesar 8,76 persen. "Ke depan, hal ini perlu diwaspadai oleh sektor perbankan," ujarnya.Berdasarkan data dari BI, untuk NPL gross sepanjang tahun 2005 memang terus mengalami kenaikan. Jika pada triwulan I-2005 angkanya masih berkisar pada 5,6 persen, maka triwulan II naik menjadi 7,9 persen. Dan pada triwulan III-2005 tercatat sebesar 8,9 persen. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads