Laba Jiwasraya Hasil Polesan, Ini Kata Bos OJK

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 13 Jan 2020 14:58 WIB
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso/Foto: Ari Saputra
Jakarta - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyampaikan jika laba yang dihasilkan oleh PT Asuransi Jiwasraya (Persero) di 2006 merupakan hasil rekayasa akuntansi alias semu. Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengungkapkan saat ini pihak regulator sepenuhnya menyerahkan proses ini ke ranah hukum.

"Kalau kasus itu biarlah proses hukum yang sedang berjalan. Kan sedang ditangani Kejaksaan, silakan saja," kata Wimboh di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta Pusat, Senin (13/1/2020).

Dia mengungkapkan saat ini OJK juga masih memperhatikan perkembangan terkait investor untuk Jiwasraya.


Sebelumnya Kepala BPK Agung Firman Sampurna mengatakan, Jiwasraya pada 2006 memanipulasi laporan keuangan dari rugi menjadi untung.

"Meski 2006 masih laba, tapi itu laba semu akibat rekayasa akuntansi di mana sebenarnya perusahaan rugi," kata Agung.


Kemudian di 2017 dikatakan Agung, diketahui Jiwasraya membukukan laba Rp 360,6 miliar. Namun kala itu perseroan memperoleh opini tidak wajar akibat ada kekurangan pencadangan sebesar Rp 7,7 triliun.

"Jika dilakukan sesuai ketentuan maka perusahaan dinyatakan rugi," ujarnya.

Kemudian dikatakan Agung, di 2018, Jiwasraya juga membukukan kerugian 15,3 triliun. Hingga September diperkirakan rugi 13,7 triliun. Hingga November 2019, AJS (Asuransi Jiwasraya) mengalami negatif equity Rp 27,2 triliun.

Simak Video "Kejagung Buka Suara Soal Fee Broker Jiwasraya"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/ara)