Antisipasi SBI, Perbankan Kurangi Porsi Kredit Korporasi
Kamis, 24 Nov 2005 17:13 WIB
Jakarta - Kalangan perbankan nasional akan mulai mengurangi pemberian kredit korporasi terkait dengan tingginya suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Pasalnya, kenaikan SBI dikhawatirkan bisa memicu meningkatnya non performing loan (NPL)."Kami akan coba kurangi ketergantungan terhadap kredit-kredit korporasi besar," kata Dirut BNI Sigit Pramono dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XI DPR, di Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (24/11/2005).Secara umum, menurut Sigit, bank-bank yang mempunyai kredit korporasi akan memiliki dampak yang lebih besar terhadap peningkatan NPL, jika dibandingkan dengan bank-bank yang portofolionya korporasinya lebih kecil.Hal ini, menurut Sigit, berdasarkan pengalaman ketika terjadi krisis, debitor-debitor korporasi mengalami tekanan hebat sehingga perusahaan bangkrut dan kesulitan mengembalikan kreditnya."Kita lebih baik mengorbankan marjin, dari pada nanti kita mendapatkan masalah baru dengan meningkatnya NPL," tutur Sigit.Sebagai antisipasi ke depan, penyaluran kredit akan dilakukan secara berimbang antara segmen korporasi maupun usaha kecil menengah dan konsumer. Hal senada juga diungkapkan oleh Dirut Bank Mandiri Agus Martowardojo yang mengatakan, bank-bank harus menjaga likuiditasnya karena naiknya tingkat suku bunga.Kondisi ini menurut Agus, harus menjadi perhatian terutama oleh bank-bank yang dana masyarakatnya lebih banyak ditaruh pada deposito, dibanding jika penempatan dananya lebih banyak di tabungan dan giro, karena harus mengeluarkan biaya bunga yang lebih besar.Sementara Dirut BCA, DE Setijoso, mengingatkan perlunya bank-bank meningkatkan kehati-hatiannya dalam penyaluran kredit. "Upaya kehati-hatian dalam penyaluran kredit adalah obat untuk mencegah terjadinya NPL," tandas Setijoso.
(ir/)











































