Sederet Fakta Asabri Investasi di Saham Gorengan

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 15 Jan 2020 05:30 WIB
Gedung Asabri/Foto: Hasan Al Habshy
Jakarta - Usai PT Asuransi Jiwasraya (Persero), kini perhatian publik mulai beralih ke PT Asabri (Persero). Asabri mulai jadi sorotan setelah Menko Polhukam Mahfud Md menyebut ada dugaan korupsi Rp 10 triliun.

Sejumlah permasalahan pada asuransi yang mengelola dana anggota TNI/Polri ini pun perlahan muncul ke permukaan. Masalah tersebut salah satunya terkait pengelolaan investasi.

Anggota III Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) BPK Achsanul Qosasi mengatakan, BPK telah melakukan audit keuangan pada Asabri di tahun 2016. Saat itu, BPK meminta Asabri untuk melakukan perbaikan investasinya. Sebab, ada saham-saham berisiko dan tidak likuid.

"Iya, Asabri harus melakukan perbaikan terhadap investasinya karena ada saham-saham yang beresiko dan tidak likuid," katanya kepada detikcom, Selasa kemarin (14/1/2020).

Dia melanjutkan, setelah itu Asabri mulai melakukan perbaikan pada investasinya. Namun, belum semua dilakukan.

Ia melanjutkan, yang bertugas memantau investasi Asabri ialah Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Lantaran, Asabri melaporkan portofolio investasinya ke OJK tiap bulan.

"Sehingga menjadi tugas OJK untuk memantau dan memperbaikinya. Karena mereka melaporkan portofolio investasinya ke OJK setiap bulan," terangnya.

Achsanul menambahkan, dari sisi likuiditas Asabri masih aman. Lantaran, Asabri masih terus menerima premi di mana tiap tahunnya mencapai Rp 1 triliun.

Asabri koleksi saham gocap. Klik halaman selanjutnya