Pertumbuhan Tabungan di Bawah Rp 500 Juta Melambat, Ekonomi Lesu?

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Jumat, 24 Jan 2020 15:42 WIB
Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat pertumbuhan jumlah simpanan di bawah Rp 500 juta mengalami perlambatan. Jumlah rekening di bawah Rp 500 juta tumbuh 6,37% secara rata-rata.

Jika ditelaah lebih dalam, pertumbuhan simpanan Rp 200-500 juta 7,94%, simpanan Rp 100-200 juta tumbuh 6,3%, dan simpanan di bawah Rp 100 juta hanya tumbuh 5,4%.

Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah mengungkapkan, perlambatan laju pertumbuhan rekening di bawah Rp 500 juta berbanding lurus dengan tingkat konsumsi rumah tangga yang dirilis oleh Bank Indonesia (BI).

"Perlambatan pertumbuhan rekening di bawah 100 juta bersamaan dengan pengeluaran rumah tangga di bawah Rp 5 juta," katanya dalam jumpa pers di Equity Tower, Jakarta, Jumat (24/1/2020).

Mengacu kepada Survei Konsumen Oktober 2019 dari BI, porsi konsumsi terhadap pendapatan mengalami penurunan pada seluruh kelompok pengeluaran responden, terutama bagi responden dengan penghasilan Rp 3,1 juta sampai Rp 4 juta per bulan, dan Rp 4,1 juta sampai Rp 5 juta per bulan.

"Pola pengeluaran yang naik cuma di atas Rp 5 juta. Namun yang di bawah Rp 5 juta turun. Yang paling curam turunnya yang pengeluaraannya Rp 4-5 juta," kata Halim.

Adapun pertumbuhan simpanan tertinggi terjadi pada kategori simpanan dengan saldo Rp 500 juta sampai dengan Rp 1 miliar. Kategori tersebut tercatat tumbuh 8,3% per November 2019.

Sedangkan pertumbuhan simpanan Rp 1-2 miliar jadi yang tercepat kedua mencapai 7,02%. Sementara yang rekening simpanannya di atas Rp 2 miliar tumbuh 6,3%.

Dari tipe kepemilikannya, simpanan kategori individu tercatat tumbuh 8,08%. Kategori tersebut tumbuh tertinggi kedua setelah kategori pemerintah yang tumbuh 14,05%.



Simak Video "Alfamart Tersandung Masalah Hukum Pelanggaran Hak Cipta"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/ara)