Dibuka di Level 10.062/US$, Rupiah Masih Belum Beranjak
Senin, 28 Nov 2005 09:58 WIB
Jakarta - Pasar valas nyaris kehilangan gairah karena tidak adanya berita segar di pasar pada pekan lalu. Namun pekan ini, semua mata akan tertuju pada pengumuman inflasi 1 November. Pelaku pasar akan mencermati apakah angka inflasi masih tetap tinggi sehingga memerlukan kenaikan suku bunga kembali. Pergerakan rupiah diprediksi cukup tenang menjelang pengumuman inflasi tersebut.Pada awal perdagangan Senin (28/11/2005), rupiah dibuka pada level Rp 10.062/10.067 per dolar AS. Rupiah diprediksi bergerak pada kisaran yang cukup sempit, dengan kecenderungan melemah. Sentimen lainnya dari regional adalah terus melemahnya yen Jepang. Pekan ini, pelaku pasar cukup disibukkan oleh cukup banyaknya data dan pertemuan ekonomi yang diharapkan mampu memberi sentimen di pasar. Salah satunya adalah hasil pertemuan antara Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral negara G7 pada akhir pekan ini. Gubernur Bank Sentral AS Alan Greenspan pun diharapkan akan memberikan pidatonya pada akhir pekan ini. Momen-momen itu diharapkan akan kembali memberi sinyal kepada pasar soal arah pergerakan suku bunga Fed.
(qom/)











































