Menkeu: Angka NPL Bank Mandiri Masya Allah Besarnya

Menkeu: Angka NPL Bank Mandiri Masya Allah Besarnya

- detikFinance
Senin, 28 Nov 2005 12:55 WIB
Jakarta - Menkeu Jusuf Anwar sepertinya tak bisa berkata-kata melihat angka kredit bermasalah alias NPL Bank Mandiri yang mencapai Rp 25,2 triliun. Angka tersebut berarti mencapai 25,97 persen dari total portofolio kredit yang disalurkan Bank Mandiri pada tahun 2005."Dua puluh lima persen itu temannya lima puluh persen, juga temannya tujuh puluh lima persen. Kalau saya sebut dengan satu kata saja dalam bahasa Arab adalah Masya Allah," ujar Jusuf sambil tergeleng-geleng.Ucapan Jusuf Anwar itu pun langsung disambut gelak tawa para hadirin yang hadir dalam acara penandatanganan kerjasama Bank Mandiri dan DJPLN di Graha Sawala Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (28/11/2005).Jusuf menilai angka kredit bermasalah bank plat merah dengan aset terbesar itu sangatlah besar. "Dengan uang sebesar itu, apa yang bisa anda lakukan," sentil Menkeu.Bank plat merah lainnya pun tak luput dari sentilan Jusuf. "Anda sudah living dangerously. Tetapi Pak Sofyan (Dirut BRI Sofyan Bashir) sudah bisa tersenyum," kelakarnya.Lebih jauh Jusuf menjelaskan, permasalahan utama yang dihadapi perbankan saat ini adalah tingginya NPL tersebut. Namun hal ini dapat diatasi dengan penerapan prinsip-prinsip kehati-hatian perbankan, dan juga penerapan manajemen risiko yang lebih baik."Walaupun permasalahan NPL tidak bisa dihindarkan, karena ini sudah menjadi risiko perbankan," tambahnya.Mengenai lelang objek hak tanggungan yang dilakukan Bank Mandiri dan DJPLN, Jusuf menyambut baik. Lelang tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan kredit-kredit yang bermasalah, dan berharap diikuti oleh bank-bank lainnya."Jangan dijadikan objek ejekan terus. Jika permasalahan ini bisa diatasi, tentunya akan memberikan kepercayaan investor kepada perbankan Indonesia," tegasnya.Mengenai wacana pembentukan special purpose vehicle (SPV) Bank Mandiri, Jusuf meminta agar dilakukan kajian yang lebih teliti dan mendalam dan sesuai dengan aturan yang berlaku di Indonesia hari ini."Saya dengar kajiannya sudah sampai tahap akhir. Yang sudah sukses melaksanakan SPV antara lain Thailand, Cina dan Korsel," ujarnya.Untuk Cina dan Korsel merupakan dua dari lima negara yang juga terkena krisis perbankan. "Jadi harus bercermin dari dua negara tersebut," kata Jusuf.SPV merupakan sebuah perusahaan khusus yang dibuat untuk menyelesaikan kredit bermasalah Bank Mandiri. SPV ini merupakan usulan dari direksi Bank Mandiri. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads