BI: NPL Perbankan Masih Aman
Senin, 28 Nov 2005 16:07 WIB
Jakarta - Meski Menkeu Jusuf Anwar terperangah dengan tingginya kredit bermasalah (NPL) perbankan, namun Gubernur BI Burhanuddin Abdullah justru tenang-tenang saja. Ia menilai angka NPL perbankan saat ini masih aman."NPL perbankan kita yang sekarang walau dalam tren meningkat tetapi masih sangat jauh dari hal yang mengkhawatirkan," ujar Burhanuddin usai penandatanganan kerjasama Bank Mandiri dan DJPLN di Graha Sawala Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (28/11/2005).Ia menilai, kondisi rata-rata NPL perbankan nasional hingga saat ini dalam angka yang sangat aman dibanding dengan negara-negara tetangga. "Jangan dipikir kondisi NPL sekarang sama dengan tahun 1998 yang rata-rata di atas 50 persen. Secara industri, NPL sekarang masih sekitar delapan persen," katanya.Namun menurut Burhanuddin, masalah NPL merupakan satu masalah yang perlu disikapi dan menjadi concern bersama, terutama oleh Bank Indonesia.Pada tahun 2003, BI telah memberikan peringatan kepada perbankan, termasuk Bank Mandiri terkait penanganan munculnya NPL di perbankan.Menurut Burhanuddin, peringatan-peringatan dari BI itu ada yang sebagian dilaksanakan, namun sebagian ditunda karena suatu kondisi yang tidak mungkin dilaksanakan waktu itu.BI juga sudah melakukan berbagai analisis sensitivitas dan stress test berbagai tekanan yang muncul dan akan muncul terhadap perekonomian Indonesia."Berdasar analisa dan berbagai test itu menunjukkan bahwa kondisi kita masih jauh dari kondisi krisis. Meskipun demikian kita tidak boleh lengah dan tidak melakukan persiapan-persiapan. Persiapan harus selalu dilakukan," katanya.
(qom/)











































