Rupiah Bakal Bertahan di Level 10.000/US$ Hingga Awal 2006

Rupiah Bakal Bertahan di Level 10.000/US$ Hingga Awal 2006

- detikFinance
Kamis, 01 Des 2005 17:59 WIB
Jakarta - Nilai tukar rupiah diyakini bakal terus bertahan di level 10.000 per dolar AS hingga kuartal I-2006. Stabilnya rupiah tersebut dengan asumsi ada penyesuaian suku bunga mengikuti kenaikan suku bunga Fed."Rupiah tidak akan mengalami banyak tekanan tetapi juga tidak mengalami suatu penguatan," kata Ketua Foreign Exchange Club, Pardi Kendi, dalam diskusi mengenai prospek perbankan di sebuah restoran di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (1/12/2005).Sementara pada perdagangan Kamis (1/12/2005), rupiah ditutup menguat melemeh di level Rp 10.033 per dolar AS, dibandingkan penutupan kemarin di level 10.025 per dolar AS.Menurut dealer, pelemahan rupiah berkaitan dengan tingginya inflasi pada bulan November yang tercatat sebesar 1,31 persen. Inflasi tersebut di luar perkirakan semua pihak termasuk BPS dan pemerintah yang justru memperkirakan terjadi deflasi. Pelaku pasar khawatir, kenaikan suku bunga tidak akan cukup untuk menandingi tingginya inflasi. BI sendiri baru akan menetapkan BI rate dalam Rapat Dewan Gubernur pada 8 Desember mendatang.Lebih lanjut Pardi menilai, nilai tukar rupiah sebaiknya tidak menguat terlalu tajam hingga level 9.000 per dolar AS. Penguatan yang tajam tersebut justru dinilai akan kontraproduktif bagi industri di Indonesia. "Rupiah jangan terlalu kuat, yang lebih penting stabil dulu. Karena kalau rupiah menguat, tidak akan mendorong sektor manufaktur," tambahnya.Jika kurs dirasa atraktif, lanjut Pardi, maka investor mau melakukan investasi. Namun jika rupiah menguat, hal itu akan membuat investor justru pergi karena menilai Indonesia telah overpricing atau overvalue. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads