Kepemilikan Asing di SUN Timbulkan Risiko

Kepemilikan Asing di SUN Timbulkan Risiko

- detikFinance
Jumat, 02 Des 2005 16:11 WIB
Jakarta - Setiap kali pemerintah menerbitkan surat utang negara (SUN), investor asing selalu menyerbu. Namun serbuan investor asing itu justru menimbulkan risiko seandainya mereka melepasnya dalam waktu bersamaan saat kondisi pasar kurang kondusif."Karena ada volatilitas di pasar itu mungkin bisa berpengaruh karena ada penarikan dari investor asing," ujar Dirjen Perbendaharaan Negara Mulia P Nasution di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (2/12/2005).Untuk menghindari risiko tersebut, pemerintah akan berupaya menstabilkan pasar obligasi. Namun menurut Mulia, pemerintah tidak akan membatasi kepemilikan investor asing di SUN.Ia mengakui, adanya kepemilikan asing dalam SUN juga memberikan nilai positif, yakni masuknya modal asing ke Indonesia.Pemerintah juga akan tetap menerbitkan SUN di tengah kekhawatiran tingkat inflasi dan suku bunga yang tinggi pada tahun 2006. "Jumlah yang diterbitkan disesuaikan dengan kondisi pasar," tambah Mulia.Perekonomian Indonesia pada tahun 2006 diharapkan lebih baik dari tahun 2005, mengingat sudah tidak adanya efek one shot inflation akibat kenaikan harga BBM 1 Oktober lalu. Dengan demikian, inflasi akan turun dan tingkat bunga secara bertahap akan turun.Target penerbitan SUN netto tahun 2005 dalam APBN Perubahan kedua 2005 mencapai Rp 22,1 triliun, yang terdiri dari penerbitan sebesar Rp 43,3 triliun dikurangi jumlah pelunasan senilai Rp 20,1 triliun dan pembelian kembali yang ditetapkan Rp 1,16 triliun.Sepanjang tahun 2005 Depkeu telah melakukan tiga kali pembelian kembali senilai Rp 4,2 triliun. Pemerintah masih memiliki dana Rp 4 triliun yang harus dibagi untuk melunasi SUN yang jatuh tempo, pembelian kembali, serta penukaran SUN. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads