Ketua Kadin: Sektor Riil Macet Jika BI Rate Naik
Jumat, 02 Des 2005 23:08 WIB
Jakarta - Menghadapi inflasi yang tinggi, Bank Indonesia berencana menaikkan tingkat suku bunga Bank Indonesia hingga 100 basis point sehingga menjadi 13,25%. Dengan tingkat suku bunga yang setinggi itu maka akan menyebabkan lending rate atau suku bunga pinjaman dapat mencapai 20%. Akibatnya, sektor riil akan macet. "Sekarang ini saja sudah 19%, jika demikian, akan terjadi masalah perbankan nanti, net performing loan akan meningkat dan sektor riil menjadi tidak jalan," kata Ketua Umum Kadin MS Hidayat, seusai pertemuan setingkat menteri dalam menghadapi konferensi ke-6 WTO di Hotel Borobudur, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat (2/12/2005). Dikatakan Hidayat, dalam menghadapi tantangan ekonomi ke depan ada 4 hal yangharus pemerintah lakukan. Langkah itu yakni upaya menurunkan inflasi, pembenahan regulasi di bidang perpajakan dan bea cukai, pembenahi masalah perburuhan, dan menyelesaikan UU Investasi. Menurut Hidayat, empat hal tersebut harus dilakukan oleh pemerintah secepatnya. Paling tidak harus dapat dilakukan pada kuartal pertama 2006. Karena jika tidak maka sektor riil akan terganggu. "Sektor riil adalah sentra untuk adanya pertumbuhan," tegasnya. Jika sektor riil terganggu maka tidak ada terjadi penciptaan lapangan kerja baru. Dan kondisi ini akan berimbas pada masalah pengangguran. "Jika saat ini pemerintah hendak melakukan perubahan di tim ekonomi yang intinya adalah bagaimana menkombinasikan kebijakan makro dan mikronya yaitu menggerakkan sektor riil," jelasnya.
(ton/)











































