Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 10 Mar 2020 05:15 WIB

Parah! Skandal Jiwasraya Rugikan Negara Rp 16,8 T

Trio Hamdani - detikFinance
Logo asuransi Jiwasraya di Jl Rasuna Said Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) akhirnya merilis hasil investigasi mengenai kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Ketua BPK Agung Firman Sampurna mengumumkan kerugiannya sebesar Rp 16,81 triliun.

Kerugian tersebut terdiri dari kerugian yang disebabkan kesalahan pada investasi saham dan reksa dana. Kerugian terbesar ada pada instrumen investasi reksa dana.

"Kerugian negaranya adalah sebesar Rp 16,81 triliun. Terdiri dari kerugian negara (akibat) investasi saham sebesar Rp 4,65 triliun, dan kerugian negara akibat investasi di reksa dana sebesar Rp 12,16 triliun," kata dia saat jumpa pers di Kantor Kejagung, Jakarta Selatan, Senin (9/3/2020).

Dia menjelaskan metode yang digunakan untuk menghitung kerugian negara yang diakibatkan oleh kasus perusahaan asuransi pelat merah tersebut.

"Kami sampaikan bahwa metode yang kami gunakan dalam melakukan perhitungan kerugian negara adalah total lost, di mana seluruh saham-saham yang diduga dibeli secara melawan hukum dianggap berdampak (merugikan negara)," jelasnya.

Dia menjelaskan, sebenarnya BPK sudah merampungkan penghitungan kerugian negara sejak Rabu atau Kamis pekan kemarin. Namun sampai akhirnya diumumkan, pihaknya melakukan penyempurnaan dan pemutakhiran data yang dibutuhkan terkait pelanggaran terhadap ketentuan perundang-undangan yang berhubungan dengan kasus di Jiwasraya.

Intensitas kerugian meningkat mulai 2014. Baca di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Kuasa Hukum Benny Tjokro Laporkan Dirut Jiwasraya ke Polda Metro"
[Gambas:Video 20detik]
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com