Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 11 Mar 2020 17:50 WIB

Rentetan Kasus Jiwasraya Bakal Ganggu Industri Asuransi Jiwa

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kantor Pusat Jiwasraya Foto: Rengga Sancaya/detikcom
Jakarta -

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat industri asuransi jiwa nasional saat ini sedang mengalami masalah yang berat. Skandal Jiwasraya merupakan salah satu kasus yang berat dan mengganggu industri.

Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengungkapkan, pemblokiran rekening efek yang terkait dengan kasus Jiwasraya ini akan berdampak panjang pada industri.

"Jika kasus itu tersebut tidak cepat selesai dan ada solusi, apalagi yang rekeningnya terblokir, lama-lama kepercayaan masyarakat bisa (terganggu)," kata Budi di rumah AAJI, Jakarta, Rabu (11/3/2020).

Dia menjelaskan, apalagi ditambah dengan kondisi perekonomian yang saat ini sedang goyang mulai dari perang dagang dan penyebaran virus corona turut menjadi tantangan berat untuk industri asuransi jiwa.

Namun Budi menjelaskan industri asuransi Indonesia mengalami pertumbuhan yang positif dengan meraup pendapatan pada tahun 2019 sebesar Rp 243 triliun. Angka tersebut naik 18% dibanding tahun sebelumnya Rp 204,89 triliun.

Dari sisi aset sepanjang tahun 2019 naik 9,4 persen menjadi Rp 566,67 triliun dibanding periode pada tahun sebelumnya Rp 517,91 triliun.

Ia memandang laporan tahunan secara positif. Masyarakat semakin banyak menyadari pentingnya asuransi. Sehingga industri asuransi masih mengalami pertumbuhan secara umum.

"Masyarakat kita semakin memandang perlunya asuransi. layanan semakin membaik, financial literacy terus berjalan," katanya.

Sebelumnya, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menghitung kerugian negara dalam kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero) mencapai Rp 16,81 triliun. Jumlah itu melebihi perkiraan awal sebesar Rp 13,7 triliun.

Kejaksaan Agung telah menetapkan 6 tersangka. Mereka ialah mantan Direktur Utama Jiwasraya, Hendrisman Rahim; mantan Direktur Keuangan Jiwasraya, Hary Prasetyo; dan mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya. Tersangka lainnya adalah Syahmirwan; Komisaris PT Hanson Internasional Tbk, Benny Tjokro; Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera (TRAM) Tbk, Heru Hidayat; serta Direktur PT Maxima Integra, Joko Hartomo Tirto.



Simak Video "Kejagung Buka Suara Soal Fee Broker Jiwasraya"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com